Plt Bupati Sukoharjo Bersama Ratusan Relawan Bersihkan Dam Bedodo Gatak
SUKOHARJO (Soloaja.co) — Menjelang datangnya musim hujan, tumpukan sampah kayu dan bambu yang menggunung hingga menyumbat alur sungai di Dam Bedodo, Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, menjadi perhatian serius. Ratusan relawan bersama unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, dan warga sekitar turun langsung melakukan aksi bersih sungai pada Minggu (18/10/2026) pagi.
Aksi gotong royong ini digagas oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo bekerjasama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan berbagai organisasi relawan. Kegiatan mitigasi ini turut dihadiri Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Wakil Ketua DPRD Sukoharjo Joko Nugroho, anggota DPR RI Adi Sasongko, jajaran kepala OPD, serta Wanto Camat Gatak.
- Dubes RI untuk Jepang Sambut Kontingen Indonesia APG 2026 di Nagoya
- Tiga Mahasiswa UMS Borong Juara di Ajang Putra-Putri Lawu 2026
Mitigasi Bencana dan Penanganan Sedimentasi
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengungkapkan bahwa pembersihan sampah di Dam Bedodo sangat krusial mengingat tebalnya sedimentasi dan banyaknya ranting kayu yang menyumbat bagian bawah jembatan. Kondisi tersebut rawan memicu luapan air ke permukiman warga jika curah hujan tinggi.
"Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sampah material yang menyumbat aliran sungai. Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai dan kesiapsiagaan menghadapi bencana," terang Ariyanto.
Ariyanto menambahkan, gerakan aksi tanggap bencana ini digelar secara serentak di beberapa wilayah rawan banjir lainnya di Kabupaten Sukoharjo, seperti di Kecamatan Baki dan Kecamatan Grogol.
- Dekatkan Diri dengan Warga, Kapolres Sukoharjo Gelar Subuh Keliling
- Gaya Nyentrik dan Kalem Atlet Boccia Indonesia di APG 2026
Apresiasi Plt Bupati Sukoharjo
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo yang ikut meninjau langsung proses pembersihan memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian para relawan dan masyarakat setempat. Ia mengimbau agar kerja bakti dan pemeliharaan alur sungai dapat rutin dilaksanakan secara berkala.
- Gerakan Swadaya: Partisipasi aktif warga merupakan modal sosial yang penting agar mitigasi tidak hanya bergantung pada pemerintah.
- Kekuatan Organik: Sinergi masyarakat menjadi benteng utama dalam menekan risiko bencana di wilayah Sukoharjo.
"Yang penting adalah bagaimana kita secara periodik membersihkan penumpukan material ini. Ini menjadi satu kekuatan organik dan swadaya dari masyarakat yang sangat efektif untuk memitigasi risiko dalam menghadapi musim hujan," pungkas Sapto.
