PHRI Solo Perkuat Kolaborasi, Dongkrak Okupansi Dengan Health Tourism
SOLO (Soloaja.co) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPC Surakarta menggelar acara Halalbihalal yang diikuti oleh 180 anggota dan calon anggota di Solo Paragon Hotel, Selasa (7/4/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring sekaligus menyusun strategi menghadapi tantangan industri pariwisata di Solo.
Ketua PHRI Solo, Joko Sutrisno, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah gencar melakukan kaderisasi dan menjaring anggota baru, terutama dari sektor restoran dan coffee shop yang pertumbuhannya sangat pesat namun baru sekitar 15% yang bergabung dalam organisasi.
Sinergi dengan Pemkot dan Terobosan Health Tourism
PHRI Solo berencana berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Pemkot Surakarta untuk mengundang pelaku usaha kuliner baru agar lebih terkoordinasi. Juga memperkuat program wisata seperti Sportourism, Wellness Tourism dan tentu saja wisata budaya dan kuliner.
Selain itu, Joko membocorkan rencana besar untuk menciptakan paket wisata kesehatan (health tourism) di Solo, serupa dengan branding yang dimiliki Penang atau Singapura.
"Kami sedang rapat untuk membuat paket health tourism bekerja sama dengan rumah sakit. Harapannya, tamu bisa menginap penuh selama 3 hari di Solo untuk berobat sekaligus berwisata," ujar Joko.
Langkah ini diambil untuk mendukung program Pemerintah Kota Surakarta yang menargetkan wisatawan tinggal lebih lama di Solo. Menurut Joko, event yang dikemas dalam durasi 3-5 hari sangat krusial bagi okupansi hotel, mencontoh kesuksesan event di Siksorogo yang membuat peserta untuk menginap.
Kurasi Event Berdampak Tinggi
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang turut hadir dalam acara tersebut mengingatkan bahwa bulan April merupakan masa low season. Namun, ia meminta PHRI segera bersiap menangkap peluang dari kalender event besar yang akan hadir pada Juni dan Juli mendatang.
Respati menekankan pentingnya PHRI untuk terus memperbarui data anggota, mengingat munculnya ratusan kafe dan restoran baru yang menandakan adanya pergeseran pasar. Ia juga menegaskan akan memperketat kurasi terhadap acara-acara di Solo agar memberikan dampak ekonomi yang nyata.
"Kami akan mengkurasi event mana yang impact-nya besar untuk masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Sport tourism dan industri kreatif di Surakarta akan kita optimalkan," tegas Respati.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan industri pariwisata Solo menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mengubah pola kunjungan wisatawan dari sekadar mampir menjadi menginap dalam durasi yang lebih lama.
