Pesona 100 Perempuan Berkebaya dan Literasi Keuangan IBK Bank di Hari Kartini
SUKOHARJO (Soloaja.co) – “Warisan Lemari Waktu – 100 Perempuan Berkebaya”, sebuah perayaan budaya yang menghadirkan perempuan, kebaya, dan literasi Keuangan di Warisan Heritage Boutique Hotel pada Sabtu (25/04).
Sebanyak 100 perempuan dari berbagai latar belakang berkumpul mengenakan busana nasional dalam perhelatan bertajuk *“Warisan Lemari Waktu – 100 Perempuan Berkebaya”*. Acara ini menjadi momentum refleksi budaya sekaligus ruang kolaborasi lintas komunitas untuk menghidupkan kembali filosofi di balik sehelai kain.
Kegiatan ini lahir dari inisiasi Kyoot Signature yang menggandeng Lions Club Solo Mustika, IBK Bank Indonesia, serta Komunitas Wanita Berkebaya (Kenes).
- Berbalut Kebaya, Bank IBK Bekali Perempuan Solo Literasi Keuangan
- Pererat Silaturahmi, PSSI Sukoharjo Tahan Imbang Relawan Danang di Kartasura
Sejak memasuki area, tamu disuguhi eksibisi *“Lemari Waktu”* yang memamerkan koleksi kebaya dan batik lawasan. Pameran ini menekankan bahwa kebaya bukan sekadar komoditas mode, melainkan arsip berjalan yang menyimpan sejarah perempuan dari generasi ke generasi.
Inisiator acara, Idha Jacinta, menekankan pentingnya kesadaran mendalam saat mengenakan kebaya. "Melalui acara ini, kami ingin mengajak perempuan untuk merasakan kembali cerita di dalamnya—tentang ibu, masa lalu, dan identitas kita sebagai perempuan Indonesia," ujar Idha, yang juga menjabat sebagai anggota Komite Kebudayaan Lions Club Distrik 307 B2.

Pemberdayaan Ekonomi
Tak hanya soal estetika, acara ini juga diisi dengan edukasi literasi keuangan oleh PT Bank IBK Indonesia. *Corporate Secretary & Legal Division Head* Bank IBK Indonesia, Sri Suhartini, menyebutkan bahwa perempuan memiliki peran vital sebagai manajer keuangan dalam skala keluarga.
- BPKH Distribusi Living Cost Jemaah Haji Kloter 6 di AHD Solo
- Komitmen KAI Daop 6 Perkuat Layanan Transportasi Ramah Lingkungan
"Harapannya ke depan, ibu-ibu bisa menerapkan pengenalan aspek perbankan ini di keluarganya masing-masing. Kami berkolaborasi karena semangat Kartini identik dengan perempuan yang berdaya, baik secara budaya maupun ekonomi," tuturnya.
Ruang Diskusi
Agenda ini juga menghadirkan sesi talk show yang menghadirkan Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Surakarta, Kristiana Haryanti, Idha Jacinta dari Lions Club bersama narasumber lain seperti Ester Menil dan Indrias Senthir. Diskusi tersebut mengupas peran sentral perempuan dalam menjaga nilai moral di tengah arus modernisasi.
Puncak acara dimeriahkan dengan parade kebaya dan pemberian apresiasi bagi peserta dengan penampilan terbaik. Melalui gerakan ini, para kolaborator berharap kebaya tidak lagi hanya disimpan di lemari, tetapi terus dihidupkan sebagai simbol kebanggaan dan persatuan komunitas.
