Pengurus PWI Surakarta Dilantik, Ketum Munir : Tangkas Hadapi Disrupsi Digital

Kusumawati - Sabtu, 12 September 2026 22:47 WIB
Ketum PWI Pusat Akhmad Munir menyerahkan pataka pada Sri Hartanto Ketua PWI Surakarta saat pelantikan (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta Masa Bakti 2026–2031 resmi dilantik di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (12/9/2026). Momentum estafet kepemimpinan ini menjadi ajang penegasan komitmen insan pers Solo Raya dalam menjaga marwah profesi dan melawan gempuran disinformasi di era digital.

Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, mengingatkan kedekatan historis Kota Solo sebagai tempat lahirnya PWI. Menurutnya, jika wartawan era kemerdekaan bertaruh memperjuangkan bangsa, tantangan pers hari ini adalah menjaga akurasi dari ancaman fake news hingga deepfake.

"PWI Surakarta harus konsisten menjadi ujung tombak diskursus pers masa depan di tengah tantangan zaman," tegas Akhmad Munir.

Menjawab tantangan tersebut, Ketua PWI Surakarta, Sri Hartanto, menekankan bahwa amanah baru ini berfokus pada penguatan kompetensi anggota di tujuh kabupaten/kota se-Solo Raya. Ia mewanti-wanti agar era disrupsi tidak mengikis prinsip dasar jurnalistik.

"Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi, popularitas tidak boleh mengalahkan kebenaran, dan kepentingan sesaat tidak boleh mengalahkan integritas profesi," ujar Tanto.

Dukungan juga mengalir dari Wali Kota Surakarta, Respati Ardi. Ia mengapresiasi peran strategis wartawan dalam mengawal transparansi dan siap membuka ruang kolaborasi yang kritis-konstruktif demi terciptanya ekosistem informasi yang sehat bagi masyarakat.

“Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, tantangan dunia jurnalistik juga semakin kompleks. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, namun tidak semuanya memiliki kebenaran dan kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, profesionalisme, independensi, integritas, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik menjadi semakin penting,” ujarnya usai pelantikan.

Di sisi lain, Respati menyadari jika Pemkot Solo tidak dapat berjalan sendiri dalam hal memajukan daerah. Pemerintah membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers.

“Kami membuka ruang komunikasi dan kolaborasi yang seluas-luasnya dengan PWI Solo, dengan tetap menjunjung tinggi independensi dan profesionalitas pers. Kami berharap hubungan antara Pemerintah Kota Surakarta dan insan pers dapat terus dibangun dalam semangat kemitraan yang kritis, konstruktif, dan saling menghormati,” tandasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS