Pendekatan Interaktif Tumbuhkan Kepercayaan Diri Siswa SD Juwok 1 Sragen
SRAGEN (Soloaja.co) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Aku Percaya Diri: Menumbuhkan Keberanian dan Kepercayaan Diri Siswa SD Juwok 1 Sragen”. Program ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pembentukan karakter anak sejak usia dasar.
Dalam kegiatan tersebut, hadir mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNISRI, Tiara Ista Satwika, sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi mengenai pentingnya kepercayaan diri melalui pendekatan yang interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh para siswa.
- Menginspirasi, Densu Angkat Kisah Fanny Kondoh Pejuang Garis Dua ke Layar Lebar
- Mahasiswa KKN Edukasi Manajemen Waktu untuk Siswa SD
Tiara memberikan pemahaman bahwa kepercayaan diri bukan berarti harus menjadi yang paling hebat, melainkan memiliki keberanian untuk mencoba, berbicara, menyampaikan pendapat, serta tidak takut melakukan kesalahan. Melalui sesi interaktif, para siswa diajak mengenali potensi diri dengan menceritakan hobi, cita-cita, hingga kebaikan yang ada dalam diri mereka.
Tak hanya teori, siswa juga diajak mempraktikkan langsung keberanian tampil di depan kelas. Mereka diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri dan menceritakan pengalaman bermain secara sederhana.
Meski di awal acara beberapa siswa masih tampak malu dan ragu, suasana berubah hangat setelah mendapatkan dorongan serta apresiasi. Dukungan dari sesama teman turut membakar semangat para siswa untuk tampil percaya diri.
- Irup Upacara HUT RI, Respati Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Literasi Digital
- 2000 Petani Sukoharjo Gelar Upacara Swadaya HUT ke-81 RI
"Tidak perlu takut salah ketika berbicara atau tampil di depan teman-teman. Yang terpenting adalah berani mencoba dan terus belajar," ujar Tiara memberikan motivasi.
Melalui program KKN-PPM UNISRI ini, diharapkan pembentukan karakter positif tersebut tidak berhenti saat kegiatan selesai. Peran guru dan lingkungan sekolah diharapkan dapat terus memberi ruang bagi siswa untuk aktif berbicara, bertanya, dan berani tampil.
Semangat "Aku Bisa, Aku Berani, Aku Percaya Diri!" pun diharapkan terus melekat dalam diri para siswa, baik dalam kegiatan belajar mengajar maupun kehidupan sehari-hari.
