Panggung Seni Disoal Ormas, FOKSRI Tolak Pendirian Posko Sekber di Sriwedari
SOLO (Soloaja.co) – Rencana gelaran panggung seni dan budaya yang menjadi agenda tahunan Forum Komunitas Sriwedari (FOKSRI) di kawasan Sriwedari memicu dinamika di lapangan.
Acara yanyang digelar sepekan mulai Selasa (15/09) tersebut mendapat intervensi dari pihak yang mengatasnamakan ahli waris, yang diduga menolak lokasi panggung karena area itu hendak didirikan posko organisasi kemasyarakatan (ormas).
Merespons situasi yang memanas, warga Sriwedari memasang sejumlah spanduk, banner, dan rontek di area Sriwedari mulai Selasa (15/9). Aksi ini menyuarakan aspirasi warga serta pedagang yang tergabung dalam FOKSRI untuk menuntut agar kawasan cagar budaya Sriwedari tetap steril dari ormas maupun unsur politik praktis, sehingga murni berfungsi sebagai ruang publik, ekonomi, dan pelestarian seni budaya.
- Herindra Pimpin PB ESI, Indonesia Didorong Jadi Pemain Utama Gim Global
- UNISRI Beri Penghargaan 5 SMA/SMK Penyumbang Siswa Terbanyak
Pembina FOKSRI, Dr BRM Kusumo Putro, menegaskan bahwa pihaknya sepenuhnya berpegang pada regulasi Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
"Panggung seni budaya FOKSRI adalah agenda tahunan kami untuk menghidupkan kawasan Sriwedari sebagai komitmen kami. Event ini sudah seijin Dinas Pariwisata Pemkot Surakarta. Sampai muncul informasi mengenai rencana pendirian sekber yang lokasinya berada di samping Gedung Wayang Orang," ujar Kusumo yang juga merupakan advokat ternama Kota Solo.
FOKSRI berpegang pada izin resmi yang dikantongi, terlebih pihaknya menerima tembusan bahwa Dinas Pariwisata menolak rencana pendirian bangunan di kawasan Sriwedari tanpa izin Pemkot Surakarta.
Pemkot Surakarta menegaskan lahan Taman Sriwedari merupakan aset pemerintah berdasarkan Sertifikat Hak Pakai Nomor 41, 40, 46, dan 26. Dalam surat balasan kepada ahli waris, Dinas Pariwisata bahkan menegaskan akan menertibkan bahan bangunan yang telah diturunkan di lokasi.
- Menkeu Suahasil Nazara Siap Jaga Kredibilitas APBN
- 237 Siswa SD/MI Se-Solo Raya Berlaga dalam PK Competition, Ini Daftar Juaranya
Sementara itu, Koordinator Acara Seni Budaya Sriwedari, Sigit Pamungkas, menyampaikan bahwa kegiatan mimbar seni digelar selama sepekan mulai Selasa (15/9) pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.
"Agenda ini menampilkan berbagai potensi lokal seperti musik keroncong dan tari-tarian tanpa berbenturan dengan jadwal pertunjukan Wayang Orang Sriwedari. Sekaligus menghibur masyarakat yang tiap sore ramai berwisata di kawasan Sriwedari," kata Sigit.
FOKSRI sendiri menaungi lebih dari 3.000 anggota dari berbagai elemen usaha di Sriwedari, mulai dari pedagang buku, jasa pengetikan, lukis, kuliner, parkir, hingga seniman, yang berkomitmen menjaga kondusivitas kawasan dari intervensi kelompok luar.
