Home EKONOMI & FINTECH Menteri Pertanian Ja...

Menteri Pertanian Jamin Pasokan dan Harga Kedelai Stabil Tak Lebih Dari Rp 8.500/kg

Redaksi - Kamis, 7 Januari 2021 pukul 15.48
Mentan SYL saat launching gerakan stabilisasi dan harga kedelai di Jakarta, Kamis (7/1) Mentan SYL saat launching gerakan stabilisasi dan harga kedelai di Jakarta, Kamis (7/1) (sumber: Ist)
 
 
JAKARTA (Soloaja.co) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menjamin dan memastikan pasokan dan harga kedelai aman. Untuk harga kedelai akan distabilkan pada angka Rp 8.500/kg.
 
Hal tersebut disampaikan Mentan SYL saat mengunjungi pengrajin tahu tempe dan sekaligus melakukan gerakan stabilisasi pasokan dan harga pasar kedelai di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (7/1/2021). 
 
Gerakan stabilisasi ini dengan menggandeng Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) serta Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo), memastikan harga kedelai Rp 8.500 per kg di tingkat pengrajin sehingga kebutuhan kedelai terpenuhi.
 
"Konsumsi kedelai impor cukup tinggi karna harganya jauh lebih murah dibandingkan kedelai lokal. Saat ini kenaikan harga terjadi secara global sehingga menimbulkan kendala di pasar lokal. Selama ini tempe tahu yang kita konsumsi banyak menggunakan kedelai impor karena harganya lebih murah. Pasokan kita aman, namun memang harga naik karena negara produsen mengalami kendala," ucap SYL.
 
SYL menegaskan Kementan bersama dengan stakeholder saat ini bersama dalam menjaga stabilitas harga kedelai di tengah polemik kenaikan harga yang terjadi saat ini. Ada 3 agenda yang akan dilakukan Kementan untuk terus memantau pasokan dan harga kedelai dalam negri.
 
"Pertama agenda SOS selama 100 hari, yakni stabilisasi harga, pasokan tidak boleh ada yang terganggu sehingga ketersedian harus dipastikan aman. Harga tidak boleh terlalu turun dan tidak boleh terlalu naik, khawatirnya konstraksi ini hanya sementara," ujarnya.
 
Kedua, agenda temporary yakni dalam 200 hari kedepan produktivitas lokal harus ditingkatkan. Ketiga, agenda panjang Indonesia bisa suplay kebutuhan kedelai secara mandiri sehingga saat negara lain mengalami kendala tidak berimbas didalam negeri.
 
Kementerian juga memfokuskan program tahun 2021 ini termasuk dalam peningkatan produksi kedelai lokal yang kualitasnya tak kalah dengan kedelai impor.