Menikmati Kuliner Jadul ala Rumah Nenek di Gulo Jowo Sriwedari Solo
SOLO (Soloaja.co) - Di tengah deretan pertokoan Ruko Taman Sriwedari Solo, berdiri sebuah tempat singgah kuliner bernama Gulo Jowo. Mengusung suasana hangat dan rindang, rumah makan ini menghadirkan pengalaman menyantap hidangan tradisional dengan nuansa seperti berkunjung ke rumah nenek.
Pemilik Gulo Jowo, Tommy, menceritakan bahwa perjalanan tempat ini berawal sekitar tahun 2015. Saat itu, Kota Solo diserbu puluhan hingga ratusan konsep kuliner modern, mulai dari makanan ala Barat, Korea, hingga Tionghoa.

"Kekhawatiran akan lunturnya kecintaan generasi muda terhadap jati diri dan kuliner lokal mendorong lahirnya ruang ini." Ungkap Tommy.
- IDCloudHost Dorong Perlindungan Bisnis dari Ancaman Serangan Siber
- Kementerian Komdigi Gelar Semarak Nobar Bola Gembira di Monumen Pers Solo
Dengan tagline Mengenali Kembali Jati Diri, Gulo Jowo hadir membawakan aneka resep warisan leluhur. Sajian legendaris seperti semar mendem, carang gesing, garang asem, rujak degan, es tape ketan klasik, es kapal, hingga aneka jenang diperkenalkan kembali.
"Meski sempat melewati masa-masa awal yang penuh tantangan, kehadiran para publik figur, seniman lokal hingga pelanggan setia kami berhasil menarik antusiasme anak-anak muda untuk ikut mencintai kuliner tradisi." Imbuh Tommy.
Meskipun berada di area ruko, tata ruang Gulo Jowo disulap dengan sentuhan seni yang asri dan penuh nostalgia. Area makan dibuat rindang dan sejuk tanpa adanya pajangan gambar makanan di dinding, menciptakan suasana rumahan yang autentik.
- Dominasi YTIRT di Kejurnas MTB Downhill 2026 Berbuah Dua Medali Emas
- Percepatan Talud TMMD Sukoharjo Dorong Perekonomian Parangjoro
"Setiap minggu saya berburu pernak-pernik antik seperti radio tua, kaset pita, piringan hitam, hingga kayu bekas berburu barang antik ditambahkan untuk memperkuat kesan klasik." Kata Tommy.
Salah satu keunikan utama Gulo Jowo adalah sajian aneka jenang hangat yang selalu siap dihidangkan sejak pukul sembilan pagi hingga dua belas malam. Selain jajanan pasar, tersedia pula hidangan berat seperti nasi goreng kampung yang diolah dari bahan-bahan segar tanpa bumbu pabrik, serta aneka botok.

Untuk menjembatani selera anak muda, tempat ini juga menyediakan beberapa menu penyeimbang seperti roti bakar dan kentang goreng.
- Suka Film Misteri? Ini 7 Thriller Spanyol dengan Ending Sulit Ditebak
- Saham TPIA Ramai Dibeli Asing, Apakah Saatnya Masuk?
Tidak hanya konsisten menjaga cita rasa, Gulo Jowo juga memegang teguh komitmen pemberdayaan ekonomi lokal. Sebanyak 80 persen bahan baku dibeli langsung dari pasar tradisional setempat.
Dengan harga makanan dan minuman yang sangat ramah di kantong, berkisar antara Rp4.000 hingga Rp20.000, tempat ini berhasil menjadi ruang lintas generasi di mana pelajar SMA, mahasiswa, hingga orang tua duduk bersama menikmati kehangatan kuliner khas Jawa.
Gulo Jowo yang terletak di pinggir Segaran Sriwedari serta sentra perajin kaca dan pigura di Solo, membuat suasana hommy apa adanya menjadi saya tarik tersendiri. Yuk nongkrong di Gulo Jowo, siang tidak panas dan malam syahdu dengan lampu hias.
