Mendikdasmen Sampaikan Optimistis Mutu Pendidikan Merata Dalam Muktamar ke15 NA

Kusumawati - Minggu, 09 Agustus 2026 12:03 WIB
Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menyatakan rasa optimismenya dalam mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu dan merata di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum pada Penutupan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah (NA) di Ballroom Hotel Dwangsa, Solo, Sabtu (8/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Nasyiatul Aisyiyah merupakan mitra strategis pemerintah untuk mengikis kesenjangan mutu pendidikan yang saat ini masih terjadi di tanah air.

*Mengingat mayoritas kader NA berprofesi sebagai guru, sinergi ini diharapkan mampu menjangkau anak-anak Indonesia yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan semestinya." Ungkap Abdul Mu'ti.

Guna merealisasikan hal itu, kementerian tengah mendorong penerapan broad based education atau pendidikan berbasis luas, di mana ruang belajar anak tidak hanya terpaku pada jalur formal melainkan juga melalui kegiatan nonformal yang digerakkan oleh organisasi kemasyarakatan.

Gayung bersambut, komitmen peningkatan mutu pendidikan ini didukung penuh oleh sektor perguruan tinggi. Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengumumkan bahwa UMS akan memberikan beasiswa penuh program magister (S2) dan doktor (S3) bagi seluruh kader yang mengikuti muktamar tersebut.

“Beasiswa ini disiapkan khusus bagi kader perempuan yang siap berkomitmen membumikan gerakan dan berkontribusi nyata bagi persyarikatan.” kata Prof Harun.

Sementara itu, Ketua Umum PP NA terpilih periode 2026-2030, Monica Subastia, M.Pd., menyatakan kesiapannya untuk membawa NA sebagai organisasi perempuan yang solutif dan mencerahkan.

"Gerakan NA akan difokuskan pada penguatan akar rumput yang dimulai dari ketahanan keluarga. Selain itu, menghadapi tantangan zaman yang serba digital, kami menegaskan pentingnya penguasaan literasi digital agar kader perempuan mampu menghadirkan narasi-narasi yang aktual, ramah, serta aman di ruang siber.” Pungkasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS