Mendag Budi Santoso Beri Kuliah Umum di UNS Soal Kebijakan Perdagangan Indonesia

Kusumawati - Kamis, 31 Oktober 2024 20:32 WIB
Mendag Budi Santoso Kuliah Umum di UNS (Soloaja.co )

SOLO (Soloaja.co) – Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan kuliah umum di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam acara Ministerial Talk, yang diisi dengan kuliah umum bertema “Kebijakan Perdagangan Indonesia”.

Acara ini menjadi istimewa karena menjadi momen “pulang kampung” bagi Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso, M.Si., yang merupakan alumnus FISIP UNS. Bertempat di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, acara berlangsung pada Kamis 31 Oktober 2024.

Dalam kuliah umum tersebut, Dr. Budi Santoso memaparkan perjalanan perdagangan Indonesia yang diibaratkan sebagai kapal yang mengarungi beragam tantangan ekonomi. Mulai dari krisis hingga boom komoditas seperti minyak, gas, CPO, dan batubara, semuanya memberi warna dalam dinamika perdagangan nasional.

Mengacu pada target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada 2028-2029, Dr. Budi Santoso menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung investasi serta adaptasi teknologi dan inovasi. “Hilirisasi dalam proses produksi di berbagai komoditas merupakan salah satu langkah kunci untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.

Selain itu, ia memaparkan enam strategi dalam hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah dalam negeri, di antaranya inovasi dalam pengolahan sumber daya alam, penguasaan teknologi produksi, pembangunan ekosistem ekonomi, penciptaan lapangan kerja produktif, dan pelestarian alam.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,05% pada kuartal kedua tahun ini. Menurut Dr. Budi, Indonesia adalah salah satu negara yang paling cepat pulih dari pandemi Covid-19. “Sejak Mei 2020, ekspor Indonesia selalu surplus, suatu pencapaian baru dalam sejarah,” ungkapnya.

Kemendag RI juga terus memperkuat perdagangan internasional dengan 11 perjanjian bilateral bersama negara-negara seperti Jepang, Pakistan, Palestina, dan Australia. Kemitraan ini memberikan akses pasar yang lebih luas bagi Indonesia sekaligus mengurangi hambatan perdagangan.

Di sisi perdagangan dalam negeri, nilai transaksi digital terus meningkat, membantu menurunkan disparitas harga di wilayah terpencil dan perbatasan. Dr. Budi juga mendorong mahasiswa UNS untuk berwirausaha, mengingat rasio kewirausahaan Indonesia baru mencapai 4%, sementara negara maju umumnya memiliki rasio kewirausahaan 10%-11%.

Dalam penutupnya, Dr. Budi Santoso menjelaskan tiga fokus utama Kemendag: pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta pengembangan UMKM BISA Ekspor (Berani Inovasi dan Siap Adaptasi).

“Program ini bertujuan memajukan UMKM melalui kreativitas, teknologi, dan penyesuaian regulasi ekspor. Ia berharap kebijakan perdagangan ini dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia, terutama dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.” Tegasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS