Melon Greenhouse: Inovasi Petani Milenial Indofarm
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Tren menjadi petani milenial kini semakin berkembang, tidak hanya terbatas pada bercocok tanam langsung, tetapi juga melalui metode penanaman modal. Inilah yang diusung oleh Indofarm melalui pengembangan perkebunan melon dengan sistem greenhouse modern.
Salah satu lokasi pengembangan tersebut berada di Desa Kayuapak, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Sejumlah wirausahawan muda yang tergabung di bawah naungan Indofarm telah menggerakkan perkebunan melon ini selama satu tahun terakhir. Meskipun dibudidayakan dalam jenis super, melon hasil panen mereka mulai dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.
Menurut Putri, salah satu petani milenial dari Indofarm, saat ini total terdapat lebih dari 800-an pohon melon di greenhouse tersebut. Indofarm membudidayakan lima jenis melon unggulan, yaitu: Sweet Hami, Legi Hami, Dalmatian, Fuji Sawa dan Sunny.
"Untuk totalnya itu ada 800-an lebih untuk pohonnya dalam satu unit Greenhouse, tapi untuk jenisnya itu ada lima," jelas Putri, Senin (12/01).
Ia menambahkan bahwa meskipun semua jenis memiliki tingkat kemanisan yang sama, yang membedakan adalah teksturnya—ada yang crunchy, juicy, dan ada pula yang lembut. Jenis Dalmatian, yang memiliki ciri khas warna putih bulat, menjadi yang paling banyak diminati karena teksturnya yang lembut.
Proses panen melon ini biasanya memakan waktu sekitar 70 hari sejak penanaman. Greenhouse di Kayuapak ini telah memasuki masa panen yang kelima kalinya, yang dimulai sejak tahun 2024.
Budidaya melon ini merupakan bagian dari program "Anugerah Sosial" yang diupayakan oleh PT Binco Run Indofarm, dengan tujuan memberdayakan masyarakat. "Kalau misalkan ada yang mau belajar dengan kami bisa, kita open juga untuk greenhouse-nya," ujar Putri, menjelaskan bahwa mereka juga membuka Open Farm untuk kunjungan edukasi.
Saat ini, Indofarm mengelola total enam greenhouse yang tersebar di beberapa lokasi, seperti Klaten, Lalung Karanganyar, serta di dua lokasi di Polokarto (Kayuapak dan Pondok Pesantren Darul Hasan Mranggen).
Huda dari Lahanku by Asera, mitra Indofarm, menjelaskan bahwa mereka juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi melalui program investasi. "Kami juga mempunyai program berupa saham atau titip modal," kata Huda.
Inisiatif Indofarm ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan budidaya hortikultura modern di Sukoharjo, tetapi juga membuka kesempatan baru bagi masyarakat untuk terlibat dalam sektor pertanian melalui pendekatan modal dan teknologi.
