Mangkunegaran MakaN-MakaN: Tradisi dan Adaptasi Kuliner

Kusumawati - Sabtu, 02 Mei 2026 08:42 WIB
Mangkunegaran MakaN MakaN (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Harum aroma kuliner legendaris menyerbak di Pamedan Pura Mangkunegaran seiring dibukanya festival kuliner tahunan Mangkunegaran MakaN-MakaN (MNMN) 2026, Jumat (1/5). Gelaran yang menjadi puncak perayaan Adeging Mangkunegaran ke-269 ini menghadirkan harmoni antara lezatnya sajian nusantara dengan sakralnya tradisi keraton.

Kemeriahan dimulai dengan prosesi kirab ratusan apem oleh para penari dan abdi dalem menuju Gedung Kavalerie-Artillerie. Ritual dilanjutkan dengan tari Umbul Donga, sebuah simbol permohonan doa bagi kesejahteraan masyarakat.

Secara resmi, acara dibuka oleh Pengageng Kawedanan Panti Budaya Mangkunegaran, K.G.RAj. Ancillasura Marina Sudjiwo, yang membagikan ratusan apem dengan 10 varian rasa mulai dari kopi hingga keju kepada pengunjung.

Prosesi pembagian makanan yang dikenal sebagai Boga Samromo ini biasanya rutin digelar setiap Sabtu Pon. Namun, khusus dalam festival ini, variasi rasa yang modern diselipkan sebagai representasi konsep Culture Future.

“Ini adalah bentuk tradisi yang kami bawa untuk lebih berkembang, disesuaikan dengan zaman tanpa meninggalkan maknanya, yaitu berbagi berkah kepada sesama,” ujar Gusti Sura, sapaan akrab beliau, saat meninjau lokasi.

Festival tahun ini diikuti lebih dari 100 tenant yang terbagi dalam beberapa kategori menarik:
* Kuliner Abdi Dalem: Menampilkan menu autentik seperti Tahu Petis Keprabon dan Jenang Bu Nik.


* Kuliner Legendaris: Menghadirkan ikon Solo seperti Sate Kambing Bu Hj. Bedjo, Serabi Notosuman, hingga Tengkleng Bu Edi.
* Kuliner Pilihan: Berbagai sajian modern seperti dimsum dan es pisang ijo.

Dukungan penuh juga datang dari sektor perbankan. Glenn Ranti, Div Head Strategic Marketing & Communications Permata Bank, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kinerja UMKM di Kota Solo.

“Kami melihat peningkatan luar biasa tahun ini. Kolaborasi ini penting untuk meningkatkan skala ekonomi pelaku usaha lokal,” ungkapnya.

Selain memanjakan lidah, pengunjung juga disuguhi berbagai hiburan seni mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Panggung seni diramaikan oleh penampilan Soloensis, Agus Bento, hingga aksi memukau Fire Dance dari Solo Safari.

Mangkunegaran MakaN-MakaN 2026 berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (3/5). Pada hari terakhir, festival akan dibuka lebih awal mulai pukul 06.00 WIB untuk menyambut warga yang beraktivitas di pagi hari.

Melalui interaksi sejarah dan kuliner ini, masyarakat diharapkan tak sekadar menjadi konsumen, tetapi juga agen pelestari budaya yang adaptif.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS