Mahasiswa UMS Juara 2 Pilmapres Jateng, Siap Menuju Nasional
SOLO (Soloaja.co) – Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Nandifa Azzahra Salsabila, sukses mengukir prestasi gemilang dengan menyabet gelar Juara 2 edalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2026 tingkat wilayah Jawa Tengah. Capaian ini sekaligus mengantarkan Nandifa melaju ke babak final di tingkat nasional.
Dalam seleksi tingkat wilayah, Nandifa mencuri perhatian juri melalui inovasi alat pemantau parameter fisiologis bagi ibu hamil. Alat praktis ini dirancang untuk mengukur saturasi oksigen, suhu tubuh, hemoglobin, denyut jantung, tekanan darah, hingga kadar gula darah yang terintegrasi langsung dengan aplikasi analisis kesehatan.
- May Day 2026: Sragen Perkuat Kesejahteraan Pekerja
- Met Gala 2026 Jadi Ajang Kumpul Bos Teknologi Dunia, Siapa Saja?
Inovasi tersebut diproyeksikan sebagai langkah preventif untuk mendeteksi risiko kehamilan sejak dini, seperti anemia, diabetes gestasional, hingga preeklamsia.
Tantangan Baru di Level Nasional
Menjelang babak nasional, Nandifa kini tengah mematangkan gagasan baru di bidang farmasi dengan fokus pada pengembangan sediaan nanoteknologi. Ia mengembangkan nanoemulsi dari bahan alam untuk penanganan diabetes guna meminimalisir efek samping obat konvensional.
"Biasanya obat-obatan (diabetes) ada efek samping seperti retensi cairan atau gangguan gastrointestinal. Untuk menyelesaikan itu, kami membuat sediaan nano dari bahan alam agar obat langsung menghantar ke target yang dituju," jelas Nandifa, Kamis (7/5).
Baginya, Pilmapres adalah wadah untuk memberikan kontribusi nyata. Ia berharap ilmu yang dimilikinya dapat memperluas jangkauan pengabdian masyarakat, terutama dalam pencegahan penyakit degeneratif.
- Homeless Media Sedang Naik Daun, Kenapa Pemerintah Ikut Merangkul?
- Bukan Soal Fashion, Met Gala 2026 Ramai Dihantam Kontroversi
Dukungan Penuh dari Pihak Kampus
Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS, Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Nandifa. Menurutnya, prestasi ini adalah bukti nyata kualitas akademik dan karakter inovatif mahasiswa UMS.
"Prestasi ini bukan sekadar angka atau piala, melainkan bukti nyata inovasi yang kita pupuk di kampus. Ini adalah hasil kerja keras mahasiswa serta dukungan solid dari dosen pembimbing dan mentor," ujar Kholid.
Menghadapi persaingan nasional yang kian ketat, DKPTI berkomitmen memberikan pendampingan intensif, mulai dari pemantapan gagasan kreatif, penguatan kemampuan bahasa Inggris, hingga pengayaan portofolio capaian unggulan. Pihak universitas pun mengajak seluruh civitas academica untuk memberikan dukungan doa agar Nandifa mampu membawa pulang hasil terbaik bagi UMS.
