Mahasiswa DKV ISI Surakarta Rancang Maskot Sani Museum dan Galeri SBY-ANI

Kusumawati - Jumat, 24 Juli 2026 16:44 WIB
Mahasiswa DKV ISI Solo mengerjakan proyek maskot Museum SBY-ANI pacitan (Soloaja)

PACITAN (Soloaja.co) – Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta menunjukkan kontribusi nyatanya dalam dunia profesional.

Melalui skema magang Program Mahasiswa Berdampak (ProMaDam), dua mahasiswa DKV, Tunjung Norma Sidhi Hastuty dan Firah Aniq Imtinansyah, merancang maskot resmi untuk media sosial Instagram @sahabatmuseum_ milik Museum dan Galeri SBY*ANI Pacitan.

Selama empat bulan masa magang sejak 13 Mei hingga 13 Agustus 2026, keduanya berfokus pada penguatan citra visual museum. Di bawah bimbingan mentor Ristian Winda A. dan Ratih Nur Imamah, perancangan maskot dijalankan melalui serangkaian tahapan terstruktur, mulai dari riset, wawancara, pengajuan konsep ke direktur museum, hingga proses digitalisasi visual menggunakan Adobe Illustrator.

Perancangan ini menghasilkan karakter maskot bernama "Sani", yakni personifikasi burung elang yang dipadukan dengan busana khas Kabupaten Pacitan berupa baju blarang dan kain lilit bermotif flamboyan berwarna biru. Nama Sani diserap dari gabungan nama dua tokoh pendiri museum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono.

Tunjung Norma Sidhi Hastuty mengungkapkan bahwa perancangan ini memberikan pengalaman berharga dalam menerjemahkan nilai sejarah ke dalam media visual modern.

"Saya mendapatkan tantangan dalam mengemas narasi museum menjadi bentuk visual dengan nuansa yang lebih ceria dan informal, sehingga lebih menarik bagi audiens yang lebih luas," ujar Tunjung.

Karakter Sani kali pertama diperkenalkan kepada publik pada gelaran Grand Final Lomba Bercerita "Untuk Bumi Kita" di Museum & Galeri SBY*ANI pada 24 Mei 2026. Selain hadir secara digital, maskot ini juga diwujudkan dalam bentuk fisik untuk mempercantik estetika panggung acara.

Dosen Pembimbing, Anung Rachman, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam ProMaDam membuktikan peran strategis ilmu DKV. Menurutnya, DKV tidak sekadar berfokus pada keindahan estetika, tetapi juga pada perancangan komunikasi visual yang strategis dalam membangun identitas dan citra kuat sebuah institusi budaya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS