'Lemari Waktu' Perempuan Berkebaya Kolaborasi Lions Club Solo Mustika
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Harmoni tradisi dan modernitas menyatu dalam perhelatan budaya bertajuk “Warisan Lemari Waktu – 100 Perempuan Berkebaya” yang digelar di Warisan Heritage Boutique Hotel, Sabtu (25/4).
Acara ini menjadi panggung bagi seratus perempuan untuk merayakan identitas bangsa melalui keanggunan kain dan kebaya.
Kegiatan ini lahir dari sinergi Lions Club Solo Mustika, IBK Bank Indonesia, Komunitas Wanita Berkebaya, serta Kyoot Signature sebagai inisiator.
- Ceria! Puluhan Siswa KB Kunjungi Polsek Purwantoro
- BRI Apresiasi MoU Pegadaian–SMBC Guna Perkuat UMKM RI
Sejak sore hari, lorong hotel telah disulap menjadi lorong waktu melalui mini exhibition yang memamerkan koleksi kebaya dan batik lintas zaman, menegaskan bahwa setiap jahitan menyimpan narasi sejarah yang mendalam.
Simbol Perlawanan Terhadap Waktu
Kehadiran 100 perempuan berkebaya bukan sekadar parade estetika. Ini adalah pernyataan sikap bahwa warisan leluhur tetap relevan dan hidup di tengah arus zaman. Acara semakin berbobot dengan sesi talk show yang menghadirkan narasumber seperti Idha Jacinta dan Ester Menil, yang membedah peran krusial perempuan sebagai penjaga gawang nilai budaya.
"Kebaya bukan sekadar busana, melainkan simbol bahwa warisan budaya tetap hidup dalam keseharian perempuan masa kini."
- Trafik Data Telkomsel Tembus 70,4 PB Selama Lebaran 2026
- Pengusaha Fesyen Ini Sukses Perluas Jaringan Usaha Via LinkUMKM
Kolaborasi Berdampak Sosial
Tak hanya soal pelestarian visual, Lions Club Solo Mustika turut menyisipkan inisiatif sosial sebagai bentuk penguatan komunitas. Dukungan dari IBK Bank Indonesia pun mempertegas pentingnya membangun kesadaran nilai yang melampaui aspek ekonomi, yakni investasi pada akar budaya.
Acara ditutup dengan pemberian apresiasi kepada peserta berkebaya terbaik dan jamuan makan malam yang intim. Melalui kolaborasi ini, diharapkan semangat berkebaya terus mengalir, mempererat komunitas, dan memastikan "Lemari Waktu" budaya Indonesia tetap terbuka bagi generasi mendatang.
