Kodim Surakarta Gelar Karya Bakti Bersih Pasar Nusukan
SOLO (Soloaja.co) – Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro, Kodim 0735/Surakarta menggelar Apel Karya Bakti Bersih Sampah di Halaman Pasar Nusukan, Jalan Kapten Tendean, Banjarsari, Surakarta, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan diawali dengan apel sinergi yang dipimpin langsung oleh Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H.
Aksi bersih-bersih ini melibatkan gabungan personel dari Korem 074/Warastratama, Lanud Adi Soemarmo, Polsek Banjarsari, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, hingga jajaran Danramil.
- BIN Dorong Aturan Antispionase Perkuat Kedaulatan Negara
- In This Economy, 3 Skill Ini Bisa Bantu Kamu Menghemat Uang
Tak ketinggalan, berbagai elemen masyarakat seperti FKPPI, HIPAKAD, MTA, LDII, Linmas, Saka Wira Kartika, serta Paguyuban Pasar Nusukan turut terjun langsung ke lapangan.
Dalam arahannya, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman menegaskan bahwa aksi ini merupakan instruksi program Presiden sekaligus wujud kepedulian nyata TNI terhadap kebersihan fasilitas publik.
"Pasar Nusukan adalah pusat kegiatan masyarakat. Sumber makanan kita dari sini. Jika lingkungan pasar bersih, maka akan berpengaruh pada kesehatan masyarakat," tegas Arief.
Ia juga memberi peringatan khusus terkait potensi bahaya kebakaran selama musim kemarau akibat pembakaran sampah sembarangan.
- Yayoi Kusama Tutup Usia 97 Tahun, Sang Seniman Lukisan Polkadot Dunia
- RUU Perampasan Aset: Isi, Tujuan, dan Alasan Dituntut dalam Demo 27 Agustus
"Saat membakar sampah dan tidak diawasi, api bisa menjalar dan menimbulkan kebakaran. Mari kita laksanakan kegiatan ini dengan tulus ikhlas sebagai amal ibadah," imbaunya.
Usai pergelaran apel, ratusan peserta langsung menyisir seluruh sudut Pasar Nusukan. Fokus pembersihan menyasar area los pedagang, saluran air yang tersumbat, hingga titik penumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan bau menyengat serta menjadi sarang penyakit.
Melalui Karya Bakti ini, sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah Kota Surakarta, organisasi masyarakat, dan warga diharapkan semakin kokoh dalam merawat kebersihan lingkungan serta menghidupkan kembali budaya gotong royong.
