Kenali Rangkaian Upacara Nyepi dan Filosofinya
JAKARTA — Hari Raya Nyepi merupakan momen spesial perayaan Tahun Baru dalam Kalender Saka yang dirayakan oleh umat Hindu terutama yang tinggal di Bali.
Namun, berbeda dengan perayaan Tahun Baru biasanya yang terkesan identik dengan kemeriahan dan pesta, Nyepi justru dirayakan secara sunyi untuk refleksi diri.
Dilansir dari laman resmi Kecamatan Gerokgak Pemkab. Buleleng, Nyepi berasal dari kata ‘sepi’ yang berarti sunyi atau hening. Momen Nyepi inilah yang dijadikan sebagai waktu bagi umat Hindu untuk ikut merenung, introspeksi, membersihkan diri, dan menghindari berbagai distraksi duniawi.
BACA JUGA: Mengenal Manfaat Meditasi di Hari Raya Nyepi, Mampu Redakan Stres
Umat Hindu memiliki kepercayaan dengan menjalankan Nyepi, mereka bisa menghilangkan energi negatif dan memudahkan mereka untuk mengawali tahun yang baru dengan hati yang lebih bersih dan pikiran yang jernih.
Sebetulnya perayaan Nyepi ini tidak berlangsung dalam satu hari, tapi ada beberapa tahapan ritual yang memiliki makna tersendiri seperti berikut.
Makna Rangkaian Upacara dalam Perayaan Nyepi

1. Melasti
Melasti adalah suatu ritual penyucian yang dilaksanakan beberapa hari sebelum Nyepi. Melasti dilakukan dengan mensucikan diri serta benda-benda sakral dari pura, dan dilaksanakan di pantai, danau, atau sungai.
Upacara ini memiliki makna membersihkan dari segala wujud kekotoran baik yang terdapat di fisik maupun spiritual.
2. Tawur Kesanga dan Ogoh-ogoh
Tawur Kesanga dilaksanakan oleh umat Hindu sehari sebelum Nyepi. Upacara ini dilaksanakan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara kehidupan manusia dengan alam dan makhluk gaib.
Selanjutnya, pada malam hari umat Hindu melakukan pawai Ogoh-ogoh, yaitu mengarak patung raksasa yang merupakan gambaran dari roh jahat atau Bhuta Kala.
Patung raksasa tersebut diarak keliling desa lalu dibakar sebagai simbol pemusnahan energi negatif.
3. Hari Nyepi
Nyepi merupakan acara puncak dari seluruh rangkaian perayaan, dan dilaksanakan selama 24 jam mulai dari pukul 06.00 pagi sampai keesokan harinya, seluruh aktivitas di Bali dihentikan.
Ada empat pantangan utama yang harus dijalankan oleh umat Hindu pada saat Nyepi yang disebut sebagai ‘Catur Brata Penyepian’, yaitu Amati Geni (tidak menyalakan api atau lampu), Amati Lelunganan (tidak bepergian), Amati Karya (tidak bekerja), dan Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan).
Oleh karena itu, pada saat Nyepi, jalanan di Bali akan kosong, bandaranya ditutup, banyak tempat listriknya dipadamkan, sehingga suasananya jadi sunyi dan gelap.
4. Ngembak Geni
Satu hari setelah upacara Nyepi, umat Hindu bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Di momen ini, umat Hindu biasa memanfaatkannya untuk mempererat hubungan sosial dan saling bermaafan baik antar keluarga atau tetangga.
Itu tadi penjelasan mengenai tradisi dan makna dari setiap rangkaian upacara Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu terutama di Bali.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 19 Mar 2026
