Kemendag Targetkan Transaksi TEI 2026 Tembus USD 17,5 Miliar
SOLO (Soloaja.co) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
Dalam gelaran CEO Gathering di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (20/8), Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengumpulkan para pelaku usaha dan mematok target nilai transaksi yang ambisius. Kemendag menargetkan capaian TEI 2026 menembus USD 17,5 miliar, meningkat signifikan dari target tahun sebelumnya sebesar USD 16,5 miliar.
"TEI merupakan bagian penting dari ekosistem promosi perdagangan yang terintegrasi, mulai dari penjajakan bisnis (business matching) hingga pengawalan realisasi kontrak dagang. Pemerintah mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan pameran ini guna memperluas akses pasar serta meningkatkan volume ekspor nasional," ujar Budi Santoso.
- APBN 2027 Rp4.097 T, MBG Dapat Rp240 Triliun
- 5 Film Horor Korea Paling Mencekam yang Bisa Ditonton di Netflix
Peran Perwakilan Perdagangan Luar Negeri Dimaksimalkan
Guna merealisasikan target tersebut, Kemendag mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri (perwadag), termasuk Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Para perwadag dikerahkan lebih awal untuk memfasilitasi business matching dan menghubungkan eksportir lokal dengan calon pembeli potensial (buyer) mancanegara sebelum pameran resmi dimulai.
Langkah taktis ini merujuk pada keberhasilan TEI ke-40 pada Oktober 2025 lalu, yang berhasil membukukan penandatanganan 137 dokumen kontrak dagang senilai USD 9,8 miliar hanya pada hari pertama. Selain memfasilitasi prapameran, perwadag juga bertugas mengawal realisasi transaksi serta mendampingi eksportir dalam mengatasi hambatan teknis maupun regulasi di negara tujuan.
Kolaborasi Strategis Sektor Furnitur dan Kerajinan
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengungkapkan bahwa CEO Gathering kali ini dihadiri oleh 106 perusahaan anggota Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dari wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.
- Jangan Kaget! Harga HP Makin Mahal Gara-Gara Memori dan AI
- Bukan Sekadar Kabut, Ini Bahaya Asap Kebakaran bagi Tubuh
Pertemuan tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kemitraan Strategis Pengembangan Promosi Internasional Industri Furnitur dan Home Decor. Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur dan Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti Vibiadhi Pradana.
Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan pentingnya pemanfaatan potensi keunggulan bahan baku lokal seperti kayu, rotan, dan bambu untuk mendongkrak daya saing ekspor nasional agar mampu melampaui kompetitor kawasan seperti Vietnam.
- Target Jangka Pendek/Menengah: USD 6 miliar untuk sektor furnitur.
- Target Jangka Panjang (2045): USD 25 miliar.
"HIMKI mendorong terciptanya kerja sama erat dengan Kemendag untuk merealisasikan target ekspor sektor furnitur sebesar USD 6 miliar dalam beberapa tahun ke depan, serta target jangka panjang sebesar USD 25 miliar pada 2045," tegas Abdul Sobur.
- 81 Tahun Merdeka, Ini PR Besar Pendidikan Indonesia
- Meriah! Gebyar Kemerdekaan RI ke-81 Ala Lansia di Solo
Optimisme dan Dukungan Pelaku Usaha
Dukungan penuh terhadap gelaran TEI 2026 juga datang dari para pelaku usaha. Perwakilan CV Karya Indoprima, Hendra Sasmita, mengapresiasi efektivitas TEI yang telah membantunya menembus pasar internasional, khususnya di kawasan Amerika Latin.
Inovasi pengelompokan area khusus (zonasi) furnitur di Hall 9 dan 10 pada TEI 2026 diyakini akan semakin mempermudah navigasi pembeli mancanegara dan meningkatkan peluang interaksi bisnis yang konkret selama pameran berlangsung.
