ISI Solo dan Bojonegoro Kerja Sama Digitalisasi Budaya

Kusumawati - Jumat, 23 Januari 2026 10:45 WIB
ISI Solo dan Pemkab Bojonegoro kerjasama bidang digitalisasi budaya (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi melakukan audiensi guna menjajaki kerja sama strategis dalam pengembangan potensi daerah. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Rektorat pada Kamis (22/1/2026) ini fokus pada finalisasi draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Sinergi ini bertujuan untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi demi mendongkrak sumber daya daerah, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Transformasi Ekonomi: Dari Migas ke Jasa dan Pariwisata

Rektor ISI Solo, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk melakukan hilirisasi riset akademik agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung visi Bojonegoro sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark, melalui penguatan pilar kebudayaan dan pariwisata berbasis kearifan lokal," ujar Dr. Bondet.

Langkah ini sejalan dengan target Pemkab Bojonegoro yang ingin melakukan transformasi ekonomi, beralih dari ketergantungan pada sektor migas menuju sektor jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang lebih berkelanjutan.

Unggulan: Pengarsipan Digital dan KKN Tematik

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah program Digital Archiving (e-Archive). Program ini akan melibatkan mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3 serta dosen pembimbing untuk melakukan digitalisasi data seni budaya.

Beberapa poin aksi yang direncanakan meliputi:
* KKN Tematik: Mahasiswa akan terjun langsung ke desa-desa untuk melakukan pemberdayaan dan inventarisasi aset budaya.
* Pelestarian Tradisi: Fokus pada pendataan aset seperti Wayang Tengul, Tari Tayub, dan tradisi Samin.
* Pengembangan Fisik: Revitalisasi seni tradisi, pengembangan Desa Wisata Budaya, hingga penataan artistik tata kota (ikon seni) di ruang publik Bojonegoro.

Strategi Branding "Medhayoh Bojonegoro"

Mewakili pihak Pemkab, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Kusnandaka Tjatur Prasetijo, M.Si, menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM di bidang seni adalah prioritas. Dalam diskusi tersebut, muncul pula usulan menarik mengenai penggunaan tagline “Medhayoh Bojonegoro” sebagai bagian dari strategi branding wisata daerah untuk menarik wisatawan.

Penandatanganan Resmi pada Februari 2026
Penandatanganan dokumen kerja sama secara resmi dijadwalkan pada Februari 2026. Momen ini akan bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan daerah serta peluncuran sistem kerja sama online milik Pemkab Bojonegoro.

Kesepakatan ini direncanakan berlaku selama lima tahun ke depan. Diharapkan, sinergi antara akademisi dan birokrasi ini mampu menjadikan seni budaya Bojonegoro sebagai motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS