ISETH 2025 Konferensi Internasional UMS Kumpulkan 865 Paper dari 33 Negara
SOLO (Soloaja.co) – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan reputasinya di kancah global dengan sukses menyelenggarakan International Summit on Science, Technology, and Humanities (ISETH) 2025.
Konferensi bertema "Strategic Roles of University and Academia in Supporting Country Development" ini dibuka di Gedung Induk Siti Walidah UMS, pada Rabu (10/12).
- Jebolan 'Mendobrak Batas' Buktikan Diri, Imam Nur Shaleh Raih Perak di Dubai
- Kampanye Sentuh Hati, RS JIH Solo Raih Marketeers Digital Marketing Heroes 2025
Rektor UMS, Prof. Harun Prayitno, menyampaikan apresiasi atas antusiasme komunitas akademik global. “Suatu kehormatan bagi kami menyambut tamu, pembicara, dan peneliti dari 33 negara untuk bersama-sama berkontribusi dalam forum ini,” ujar Prof. Harun.
Prof. Harun menyoroti bahwa perkembangan sains, teknologi, dan humaniora merupakan isu strategis yang harus dibahas secara kolaboratif. Ia juga menyebutkan capaian UMS, termasuk keterlibatan dalam radar THE World University Rankings 2026 dan raihan 7 Stars QS Rating, sebagai bagian dari komitmen menuju World Class University pada 2029.
Ketua Panitia ISETH 2025, Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D., melaporkan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengalami perkembangan signifikan. Sebanyak 865 paper dipresentasikan dalam 17 sub-konferensi lintas disiplin, mencakup bidang engineering, science, education, health, law, hingga Islamic studies.
- Dua Alumni FMIPA UNS Sabet Peringkat Nasional ALMI Thesis Awards 2025
- Negara Mana yang Paling Banyak Baca Buku? Ini Daftarnya
Partisipasi internasional tahun ini sangat luas, melibatkan akademisi dari Australia, Belanda, Jepang, Turki, Singapura, Ghana, hingga Inggris.
“Kolaborasi lintas negara ini menjadi bukti meningkatnya visibilitas akademik UMS di tingkat global,” jelas Prof. Sarjito.
ISETH 2025 diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaborasi internasional dan membuka peluang penelitian baru yang berdampak luas bagi humaniora dan pembangunan negara.
