Haul ke-393 Sultan Agung di Karaton Surakarta Khidmat

Kusumawati - Sabtu, 18 Juli 2026 13:11 WIB
Haul ke-393 Sultan Agung di Karaton Surakarta (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Karaton Surakarta Hadiningrat menggelar upacara adat Wilujengan Kholdalem ke-393 Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo pada Sabtu Legi (18/7/2026).

Prosesi yang bertepatan dengan 2 Sapar Be Tahun Jawa 1960 tersebut berlangsung khidmat di Bangsal Sewayana Sitihinggil Karaton Surakarta.
Upacara adat yang dimulai pukul 10.00 WIB ini merupakan agenda rutin karaton untuk mengenang jasa leluhur sekaligus memanjatkan doa kepada Allah SWT demi keselamatan bangsa, masyarakat, serta kelestarian budaya Jawa.

Prosesi sakral diawali dengan mengarak ubarampe wilujengan dari Sasana Handrawina menuju Bangsal Sewayana Sitihinggil. Berbagai sesaji simbolis khas karaton dipersiapkan, mulai dari damayu, suruh ayu, sego gurih lengkap, hingga ingkung sebagai bentuk penghormatan.

Setelah ubarampe tiba di Sitihinggil, prosesi dilanjutkan dengan ujub yang diikuti pembacaan tahlil, zikir, Syahadat Qures, serta Salawat Sultan Agungan. Rangkaian doa ini merupakan tata cara baku dalam pelaksanaan wilujengan bagi raja, keluarga raja, maupun sentana di lingkungan Karaton Surakarta.

Sebanyak 500 peserta yang terdiri dari abdi dalem, sentana dalem, dan masyarakat umum memadati lokasi upacara. Mereka kompak mengenakan busana Jawi jangkep padintenan berwarna putih sesuai dengan ketentuan adat yang berlaku.

Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan haul tahun ini dikemas lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini peserta sekitar 500 orang. Memang tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya karena selama Bulan Suro terdapat banyak kegiatan adat dan ziarah yang harus dilaksanakan. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” ujar perempuan yang akrab disapa Gusti Moeng tersebut.

Gusti Moeng menambahkan, peringatan haul Sultan Agung ini menjadi momentum penting untuk memohon berkah agar Karaton Surakarta senantiasa mampu menjalankan perannya sebagai pusat pelestarian budaya Jawa.

“Kami berharap Karaton Surakarta senantiasa mendapatkan penerangan yang lebih baik sehingga dapat terus menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai sumber kebudayaan Jawa. Hingga kini, tata cara adat dan pakem budaya Karaton masih menjadi pedoman masyarakat Jawa dalam berbagai upacara adat. Semoga seluruh warisan budaya tersebut tetap lestari dan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS