Harmoni Tradisi dan Inovasi dalam Solo Keroncong Festival 2026

Kusumawati - Senin, 13 Juli 2026 14:40 WIB
Konferensi pers Solo Keroncong Festival 2026 (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Kota Surakarta kembali mengukuhkan diri sebagai episentrum musik keroncong tanah air lewat gelaran Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 yang digelar selama dua hari, 18-19 Juli 2026 di Alun-alun Utara Keraton Surakarta.

Mengusung tema "Keroncong Pusaka Nusantara" dengan konsep "Keroncong Majestic", event tahunan ini siap memadukan kemegahan budaya keraton dengan kreativitas modern di panggung budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Mareta, mengungkapkan bahwa tema tahun ini memaknai keroncong sebagai perisai identitas budaya bangsa di tengah gempuran globalisasi.

"Keroncong diharapkan menjadi pusaka hidup yang adaptif, sakral, namun tetap relevan diwariskan lintas generasi dengan tagline utama "Memayu Hayuning Keroncong"." ungkap Mareta.

Senada dengan hal tersebut, Didit Raykapur menjelaskan bahwa konsep "Keroncong Majestic" akan menghadirkan kemegahan yang berpadu dengan inovasi masa kini.

Sebelum menuju puncak acara, antusiasme warga telah dipantik melalui rangkaian Road to SKF yang digelar di Pasar Gede pada 19 Juni dan Koridor Gatot Subroto pada 3 Juli, serta Lomba Menyanyi Keroncong di RRI Surakarta pada 26 Juni lalu.

Puncak perhelatan SKF 2026 sendiri bakal digarap megah pada 18 hingga 19 Juli 2026 di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta. Ada 12 orkes Keroncong dan 8 artis.

Sejumlah musisi legendaris dan seniman papan atas dipastikan ambil bagian, mulai dari Tuti Maryati, Iga Mawarni, Hendri Lamiri, hingga deretan kelompok keroncong internasional dan orkestra dari berbagai daerah di Indonesia.

"Ada juga penyanyi dari Malaysia Rosita Rohaizad dan tentu ada penyanyi kebanggaan Solo yakni Duo Wening & Jepang. Yang istimewa lagi ada keterlibatan artis Kawak asal Solo Bangkit Sanjaya yang ditunjuk juga sebagai ketua panitia Solo Keroncong Festival 2026," Ungkap Didit.

Duo Wening & Jepank, salah satu talent yang akan naik panggung, menyatakan kebanggaannya bisa terlibat dalam festival bergengsi ini. Mereka bersiap membawakan tiga lagu dengan aransemen segar dan kekinian, termasuk membawakan karya Ki Anom Suroto yang dikemas dalam sentuhan baru.

"Langkah ini sengaja diambil untuk mematahkan stigma bahwa keroncong adalah musik masa lalu. Melalui aransemen yang lebih modern, kami ingin memikat hati generasi muda agar ikut mencintai dan mendengarkan musik keroncong." Ungkap Wening.

Selain menjadi ruang edukasi dan ekspresi, SKF 2026 dirancang sebagai platform kolaboratif yang melibatkan pelaku seni, akademisi, hingga sektor UMKM demi mendongkrak pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Surakarta.

Bagi masyarakat yang tidak bisa hadir langsung, seluruh jalannya acara dapat disaksikan melalui siaran langsung di kanal YouTube Disbudpar Surakarta, Pariwisata Solo, dan Solo Keroncong Festival.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS