Harlah Ke-80 Sukoharjo, Dimeriahkan 8000 Penari Gambyong dan 12 Gunungan

Kusumawati - Rabu, 15 Juli 2026 11:04 WIB
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo memimpin prosesi Harlah ke 80 Kabupaten Sukoharjo di Alun alun Satya Negara (Soloaja )

SUKOHARJO (Soloaja.co) - Suasana berbeda mewarnai perayaan Hari lahir ke-80 Kabupaten Sukoharjo yang jatuh pada Rabu, 15 Juli 2026. Berada di tengah situasi keprihatinan pasca-operasi tangkap tangan oleh KPK yang menjerat Bupati bersama Kepala BPKAD dan Kabag Umum Setda pada Kamis, 9 Juli 2026 lalu, perayaan tahun ini dikonsep jauh lebih sederhana tanpa mengurangi nilai kekhidmatannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, memimpin langsung jalannya upacara harlah sebagai inspektur upacara.

Kesederhanaan harlah kali ini terlihat jelas di sepanjang rute kirab Pataka dari kantor Sekretariat Daerah menuju Alun-alun Satya Negara, di mana tidak ada satu pun baliho harlah yang memajang wajah kepala daerah.

Selain itu, panitia juga meniadakan sesi flashmob yang biasanya diikuti oleh pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Sebagai gantinya, pementasan hanya menampilkan ratusan pelajar dan penari lokal sebelum dilanjutkan dengan pembagian gunungan untuk masyarakat.

Saat diwawancarai oleh awak media, Eko Sapto Purnomo menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas badai hukum yang sedang menimpa lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan serta tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

“Momentum usia ke-80 ini dinilainya harus menjadi titik balik dan bahan evaluasi total bagi seluruh jajaran aparatur sipil negara.” Ungkap Eko Sapto Purnomo.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir mengenai jalannya roda pemerintahan. Koordinasi dan konsolidasi internal telah dilakukan secara intensif demi memastikan seluruh pelayanan publik tetap berjalan normal dan prima seperti biasa.

Mengingat posisi bupati dan wakil bupati adalah kesatuan dwi tunggal, Sapto selaku Plt Bupati berkomitmen untuk mengawal dan memastikan keberlanjutan visi-misi pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya, sembari menunggu kejelasan proses hukum yang mengalir.

Dalam pidatonya, Sapto mengajak segenap elemen masyarakat dan birokrasi untuk merapatkan barisan mewujudkan tagline Sukoharjo Spektakuler.

Visi besar tersebut mengarahkan Sukoharjo menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berbudaya dengan mengadopsi ajaran tri dharma sebagai ruh perjuangan bersama. Tiga pilar filosofis tersebut meliputi melu rumongso handarbeni atau ikut merasa memiliki, melu rumongso hangrumkepi atau ikut mempertahankan, serta mulat sariro hangroso wani atau berani mawas diri dalam bertindak.

Keprihatinan instansi ini tidak akan menyurutkan program pembangunan masyarakat yang menyentuh sektor-sektor vital. Di sektor infrastruktur, pemkab tetap melanjutkan perbaikan belasan titik saluran drainase dan irigasi pertanian.

Pada sektor pendidikan, rencana pemberian bantuan pembelian seragam sekolah dipastikan tetap berjalan dengan pembahasan anggaran bersama DPRD. Sementara di bidang kesehatan, pemkab akan memaksimalkan fungsi Bantuan Operasional guna memastikan warga dari keluarga kurang mampu tetap terlayani dengan baik dan mendapatkan pengobatan gratis di fasilitas kesehatan setempat.

“Melalui komitmen perubahan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, transparan, dan akuntabel ini, Sapto berharap potret makro Kabupaten Sukoharjo ke depan terus merangkak naik.” Imbuhnya.

Pemerintah daerah menargetkan peningkatan pertumbuhan ekonomi, indeks infrastruktur, Produk Domestik Regional Bruto, dan Indeks Pembangunan Manusia. Sebaliknya, angka kemiskinan, pengangguran, serta kasus stunting diharapkan dapat ditekan serendah mungkin demi masa depan Sukoharjo yang lebih gemilang.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS