Harapan Baru Anak Tunarungu, RS JIH Solo Layani Implan Koklea

Kusumawati - Sabtu, 08 Agustus 2026 18:11 WIB
Tim media RS JIH Solo usai keberhasilan operasi implan koklea untuk anak Aisyah (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – RS JIH Solo mencatatkan capaian baru dalam dunia kesehatan dengan sukses melaksanakan tindakan implan koklea pada pasien anak. Tindakan ini sekaligus menempatkan RS JIH Solo sebagai rumah sakit swasta pertama di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang menghadirkan layanan medis tersebut untuk masyarakat.

Implan koklea sendiri merupakan perangkat elektronik yang membantu pasien dengan gangguan pendengaran sensorineural berat hingga sangat berat yang tidak memperoleh manfaat optimal dari alat bantu dengar konvensional.

Kehadiran layanan canggih di RS JIH Solo ini diharapkan mampu memperluas akses bagi masyarakat dalam mendapatkan penanganan gangguan pendengaran secara komprehensif tanpa harus ke luar kota.

Direktur Medik & Keperawatan RS JIH Solo, dr. Wisnu Prima Putra, M.Kes, menyampaikan bahwa penyediaan layanan implan koklea ini menjadi wujud nyata komitmen rumah sakit dalam mengembangkan layanan unggulan berbasis teknologi medis modern.

"Kami berharap layanan ini bisa menjadi pilihan penanganan yang lebih dekat dan komprehensif bagi pasien yang membutuhkan di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya," ungkap dr. Wisnu.

Sementara itu, Dokter Spesialis THT-KL RS JIH Solo, dr. Dimas, menekankan bahwa implan koklea bekerja dengan memberikan stimulasi listrik langsung pada saraf pendengaran, bukan sekadar mengeraskan suara.

"Deteksi dan intervensi sedini mungkin pada anak menjadi faktor yang sangat krusial karena berkaitan erat dengan perkembangan kemampuan mendengar, bahasa, dan komunikasi mereka ke depan. Meski demikian, tindakan operasi ini tetap harus didasarkan pada evaluasi dan indikasi medis yang ketat dari masing-masing pasien," jelas dr. Dimas.

Pasien pertama yang mendapatkan tindakan implan koklea di RS JIH Solo adalah Aisyah, seorang anak berusia 12 tahun. Pascaoperasi, pasien masih harus menjalani serangkaian proses penting secara bertahap, mulai dari aktivasi perangkat, pemetaan (mapping), rehabilitasi pendengaran, hingga terapi wicara untuk hasil yang optimal.

Keberhasilan tindakan perdana ini juga didukung penuh oleh PT Nobel dalam aspek penyediaan teknologi dan kolaborasi layanan. Perwakilan PT Nobel, Loewis, mengapresiasi langkah progresif RS JIH Solo dalam mendekatkan teknologi medis ini ke masyarakat.

"Selain kecanggihan alat, keberhasilan pemulihan pasien sangat bergantung pada kolaborasi tim medis, proses rehabilitasi yang konsisten, dan dukungan penuh dari pihak keluarga," katanya.

Perasaan haru terpancar dari Yeni, ibu kandung Aisyah yang juga aktif dalam komunitas Deaf Family Solo Raya (DFSR). Ia mengaku sangat bersyukur karena sang buah hati akhirnya bisa mendengar dengan bantuan implan koklea tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

"Awalnya memang sudah ada implan koklea di Jakarta, tapi saat Solo bisa melakukan operasi maka saya senang sekali tidak perlu jauh-jauh, nanti biayanya besar," ungkap Yeni.

Ia berharap makin banyak anak-anak di Solo Raya dengan gangguan pendengaran yang dapat tertolong dengan adanya layanan implan koklea ini.

"Komunitas kami DFSR ada 300 anak lebih yang membutuhkan penanganan ini, semoga menjadi harapan baru bagi anak-anak," harap Yeni.

Di sisi lain, Public Relations RS JIH Solo, Adil Erdita Ayu Marta, menambahkan bahwa keterlibatan keluarga menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan layanan ini. Guna memberikan pengalaman pelayanan yang transparan, RS JIH Solo bahkan memfasilitasi penayangan langsung proses operasi (live operation) bagi keluarga pasien dengan tetap menjaga ketat aspek keselamatan dan privasi medis.

Melalui terobosan baru ini, RS JIH Solo berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat luas mengenai pentingnya deteksi dini gangguan pendengaran pada anak agar penanganan medis yang tepat dapat segera diberikan demi masa depan generasi muda yang lebih baik.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS