Gebrakan Perdana Forkom Pemuda Pancasila Solo Aksi Sosial Bagikan Takjil Puasa
SOLO (Soloaja.co) - Momen Ramadan di pandang sebagai momentum berbagi melalui kegiatan sosial membagi-bagikan takjil dan makanan. Seperti aksi yang dilakukan puluhan anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kota Solo.
Forum Komunikasi (Forkom) PP Kota Solo, turun ke jalan membagikan takjil dan makanan berbuka puasa kepada tukang becak serta warga yang melintas di perempatan batas kota, tepatnya Jl Adisumarmo, Banyuanyar, Solo, Sabtu (17/4/2021) sore.
Dalam hitungan menit, sekitar seratusan nasi kotak dan takjil serta air mineral yang di bagikan secara gratis sebagai bekal menu berbuka puasa habis tak bersisa.
"Kegiatan bagi takjil merupakan rasa peduli ikut berbagi dalam suasana Ramadan kepada warga yang melintas. Rencana akan kami lakukan selama bulan puasa bergiliran di empat titik lokasi seminggu sekali. Hari ini wilayah barat, selanjutnya menyusul timur, utara dan selatan," kata Kambali, Koordinator Forkom PP Kota Solo.
Forkom PP merupakan kumpulan dari sekelompok orang anggota PP Kota Solo dari berbagai latar belakang tanpa membeda-bedakan suku agama ras ataupun golongan. Mereka merupakan bagian dari keluarga besar PP Kota Solo yang menyatu untuk tujuan sosial berguna untuk sesama dan masyarakat.
"Keberadaan Forkom sendiri memang baru, dan kegiatan bagi - bagi takjil merupakan awal dari kiprah kami. Tujuan kami yang jelas memperkuat organisasi MPC PP Kota Solo," tegas Kambali yang didampingi Sekretaris Forkom PP Kota Solo Yahya Junaidi.
Sementara, Wakil Ketua III Divisi Hukum dan Advokasi Forkom PP Kota Solo, BRM Kusumo Putro menambahkan, sebagai wadah baru, saat ini sudah 250 anggota PP yang bergabung di Forkom. Targetnya dalam jangka 1 - 2 bulan kedepan berkembang menjadi 2.500 anggota.
"Perhitungannya setiap anggota membawa 10 anggota baru. Kalau 250 X 10 = 2.500 anggota. Kami berharap kedepan berperan serta dalam membesarkan Ormas PP di Kota Solo, serta mencetak generasi muda dan kader pecinta Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia," tandas Kusumo.