Final POTEK Dance Fest 2026 di Prambanan Hadirkan Ibuki Dancer Jepang
YOGYAKARTA (Soloaja.co) — Mengetahui pentingnya aktivitas fisik belum tentu membuat seseorang otomatis hidup sehat. Bagi generasi muda, tantangan terbesarnya sering kali terletak pada cara menemukan aktivitas yang menyenangkan agar bisa konsisten di tengah padatnya rutinitas. Mendorong gaya hidup sehat yang relevan, Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 hadir membawa gerakan #DanceOnCoughOff untuk mengajak anak muda aktif bergerak lewat dance.
Peserta mengalami kenaikan jumlah, Tahun 2025 diikuti 1449 tim, tahun 2026 diikuti 1779 tim dengan seleksi di sejumlah kota, seperti
Palembang, Medan, Bandung, Surabaya, Bali, Makasar, Ambon, Pontianak, Jakarta dan Solo.
Rangkaian ajang ini kini resmi memasuki tahap penentuan. Sebanyak tujuh tim terbaik dari berbagai daerah di Indonesia siap bertarung pada babak Grand Final yang digelar di kawasan bersejarah Candi Prambanan, Yogyakarta, pada 30 Agustus 2026.
- Penerapan Edukasi Hukum Melalui MMT Larangan Membuang Sampah di Desa Plupuh
- Benteng Pelajar dari TPPO, Imigrasi Surakarta Edukasi Siswa SMKN 2
“Anak muda sebenarnya punya begitu banyak cara untuk bergerak. Kami ingin mengajak mereka memulainya dari aktivitas yang disukai. Dance bukan hanya soal kompetisi di atas panggung, tetapi tentang berekspresi, bertemu komunitas, dan membangun kebiasaan aktif secara menyenangkan,” ujar Andry Mahyudi, Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health, saat konferensi pers, Jumat (28/08).
15 Menit Dance: Langkah Kecil Menuju Tubuh Bugar
Gaya hidup aktif yang ditawarkan kompetisi ini diwujudkan melalui kampanye 15 Menit Dance. Pendekatan ini bukan merupakan batas akhir, melainkan langkah awal yang realistis bagi anak muda untuk mulai menyisihkan waktu di selang aktivitas harian.
Secara medis, aktivitas fisik yang teratur berperan penting dalam meningkatkan kebugaran kardiorespirasi serta kapasitas fungsi paru dan jantung (VO_2max).
- KKN UNISRI Kelompok 39 Gelar Tiga Program Pemberdayaan Desa
- Mahasiswa KKN Unisri Buat X-Banner Layanan Administrasi Desa di Sragen
“Membangun kebiasaan aktif tidak harus selalu dimulai dengan olahraga berat. Dance yang dilakukan secara rutin dengan durasi dan intensitas memadai dapat memberikan stimulus bagi sistem kardiorespirasi. World Health Organization (WHO) sendiri menyarankan aktivitas aerobik sedang sekitar 150–300 menit per minggu, dan memulainya dari durasi kecil seperti 15 menit adalah langkah awal yang sangat baik,” jelas Dokter Olahraga dan Health Influencer, dr. Ikhwan Zein, Sp.KO., Subsp.ALK (K), Ph.D.
Di samping menjaga stamina melalui gerakan tubuh, kesadaran menjaga kondisi fisik saat gangguan kesehatan melanda juga menjadi hal mendasar. Dalam hal ini, Komix Herbal turut hadir sebagai opsi swamedikasi untuk meredakan gejala batuk sesuai aturan pakai, sehingga anak muda tetap nyaman beraktivitas.
- 7 Cara Hidup Minimalis untuk Kurangi Pengeluaran dan Tambah Tabungan
- Yayoi Kusama Berkarya hingga Usia 97 Tahun, Ini yang Menjaga Produktivitasnya
Eksplorasi Budaya dan Panggung Penentuan di Prambanan
Mengusung tema Modern with Indonesian Heritage, kompetisi ini menantang para peserta untuk memadukan teknik dance modern dengan unsur kebudayaan lokal. Tujuh finalis yang berhasil mengamankan tiket menuju Grand Final meliputi:
- InMotion Dance House (Medan)
- ArteeZ (Jabodetabek)
- Mystylez Crew (Jawa Barat)
- Waackanizm (Jawa Tengah)
- Sunkiss Dance Crew (Jawa Timur)
- Zenith (Sulawesi)
- A-Youngz (Jabodetabek - Brand's Choice Wildcard)
Daya tarik panggung puncak ini kian terasa istimewa dengan hadirnya dancer internasional asal Jepang, Ibuki, yang bertindak sebagai International Judge.
| Detail Grand Final POTEK Dance Fest 2026 | |
|---|---|
| Tanggal Pelaksanaan | 30 Agustus 2026 |
| Lokasi Event | Kawasan Prambanan, Yogyakarta |
| Tema Kompetisi | Modern with Indonesian Heritage |
| Apresiasi Juara | Total Hadiah Rp50 Juta & Kesempatan ke Jepang |
Kawasan Prambanan bakal menjadi saksi penentuan tim mana yang berhasil menyatukan keahlian teknik, koreografi, nilai estetika budaya, dan karakter terbaik untuk menyabet gelar juara utama.
