Home SOLOPOLITAN Diusulkan Ikut Simul...

Diusulkan Ikut Simulasi Tatap Muka, SMP Al Azhar Syifa Budi Mulai Siapkan Sarpras Prokes

Kusumawati - Jumat, 16 Oktober 2020 pukul 20.54
SMP Al Azhar Syifa Budi Solo SMP Al Azhar Syifa Budi Solo (sumber: Facebook)
 
SOLO - SMP Al - Azhar Syifa Budi menjadi salah satu sekolah yang diusulkan Dinas Pendidikan Kota Surakarta, menggelar simulasi tatap muka. Informasi tersebut disambut bangga sekolah yang beralamat di Jl MT Haryono Manahan Solo tersebut, dengan mempersiapkan berbagai infrastruktur dan sarana prasarana (Sarpras) protokol kesehatan (Prokes).
 
"Kami telah membentuk satgas covid-19, lalu penyediaan sarpras pencegahan covid-19 yang disyaratkan." Kata Mustagfirin, Kepala SMP Al Azhar Syifa Budi, Jumat 16 Oktober 2020.
 
Pihaknya sempat membuat angket perizinan pada wali murid kelas IX. Hasilnya, 52 persen orangtua belum mengizinkan anak-anaknya masuk sekolah. Terlepas dari itu, sekolah bisa memperhitungkan ulang dan membatasi jadwal siswa yang diizinkan mengikuti tatap muka.
 
"Kami tidak memaksakan izin dari orangtua. Jadi hanya 48 persen anak saja yang mengikuti. Selain itu dari segi sarpras, kami sudah memadai. Dan edukasi pada orangtua juga jalan terus," katanya. 
 
Skema simulasi sendiri sudah dipersiapkan. Siswa yang datang wajib bermasker, dilakukan pengecekan suhu, mencuci tangan, termasuk alur pembelajaran di sekolah mulai dari berangkat hingga pulang sekolah. Ujicoba pembelajaran tatap muka (PTM) hanya dua jam saja dalam sehari. Dipastikan tidak akan menimbulkan kerumunan.  
 
"Sementara itu program pembelajaran daring juga berlanjut. Sebagian besar pembelajaran daring. Nanun, kita juga ada luring dengan kunjungan ke rumah bagi anak-anak yang membutuhkan konsultasi.Tugas offline juga ada. Dan prinsipnya pembelajaran tidak mengurangi materi yang sudah diajarkan," katanya. 
 
Apalagi sebelum pandemi, hampir 50 persen kegiatan belajar sudah semi online. Sehingga siswa dan guru tidak kaget saat harus belajar online. Pihaknya juga menyebar angket kepuasan pada orang tua. 
 
"Alhamdulillah, hasil survei 70 persen lebih orangtua merasa puas. Kita juga ada kajian dan lomba agar tidak bosan. Kita juga combain juga berbasis pada karya. Kami juga hati-hati memberikan tugas. Dipastikan proyek sekolah tetap menjaga prokes." Tandasnya.