BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 2.216 Atlet POPDA Surakarta

Kusumawati - Kamis, 23 April 2026 19:02 WIB
Atlet popda Surakarta saat upacara pembukaan mendapatkan jaminan dari BPJS ketenagakerjaan (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Sebanyak 2.216 atlet yang berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Surakarta kini dapat bertanding dengan lebih tenang. Pasalnya, seluruh atlet tersebut telah resmi terdaftar dan terlindungi oleh program jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Langkah ini merupakan komitmen nyata Pemerintah Kota Surakarta bersama BPJS Ketenagakerjaan dalam memitigasi risiko cedera yang kerap membayangi para atlet saat berkompetisi di arena olahraga.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta, Teguh Wiyono, menyatakan bahwa perlindungan ini mencakup dua program utama, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Melalui JKK, seluruh biaya perawatan medis akibat cedera saat bertanding akan ditanggung sepenuhnya tanpa batasan biaya (unlimited) sesuai indikasi medis.

"Olahraga memiliki risiko cedera yang tidak dapat diprediksi. Dengan perlindungan ini, kami memastikan para atlet mendapatkan penanganan medis yang optimal hingga sembuh, sehingga mereka bisa kembali berlatih dan tidak perlu khawatir akan risiko pensiun dini akibat kecacatan," ujar Teguh, Kamis (23/4).

Fokus Raih Prestasi

Selain biaya perawatan, program JKM juga memberikan kepastian santunan bagi ahli waris apabila terjadi risiko meninggal dunia selama masa kepesertaan. Teguh menambahkan, adanya payung perlindungan ini bertujuan agar para pelajar dapat mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk meraih medali tanpa rasa was-was.

Lebih lanjut, inisiatif ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya jaminan sosial sejak dini. Hal ini sangat krusial mengingat profesi atlet, baik profesional maupun amatir, memiliki risiko fisik yang tinggi.

Dukungan Keberlanjutan Atlet

BPJS Ketenagakerjaan Surakarta berkomitmen untuk terus memperluas cakupan perlindungan, tidak hanya pada sektor pekerja formal, tetapi juga pekerja informal dan kegiatan kompetisi berisiko seperti ajang olahraga pelajar ini.

Dengan jaminan keamanan yang diberikan, penyelenggaraan POPDA Surakarta diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet unggul yang siap mengharumkan nama Kota Solo di kancah nasional maupun internasional.

"Kami ingin para pahlawan olahraga ini merasa aman. Saat negara hadir memberikan perlindungan, fokus mereka hanya satu: mengharumkan nama daerah dengan prestasi tertinggi," pungkas Teguh.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS