Berkah Cuan Kemarau El Nino, Panen Jambu Air Pranan Melimpah

Kusumawati - Minggu, 26 Juli 2026 14:21 WIB
Pengunjung wisata petik jambu air desa Pranan Polokarto Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) - Musim kemarau El Nino justru menjadi berkah warga Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Memasuki puncak panen raya pada Juli hingga Agustus 2026, sentra wisata jambu air tersebut memanen hasil yang melimpah sekaligus menjadi daya tarik wisata petik buah bagi masyarakat luas.

Petani jambu setempat, Sugino, sibuk memetik dan melayani pembeli yang datang langsung ke kebunnya pada Minggu (26/7/2026). Memiliki sekitar 25 pohon jambu varietas Wulung dan Citra, ia mampu memanen sedikitnya dua kuintal per hari.

Harga dari petani dibanderol Rp10.000 per kilogram untuk pengepul, sedangkan untuk porsi eceran atau petik langsung harganya menyesuaikan.

“Cuaca kering justru membuat rasa manis pada buah makin kuat.” Ungkap Sugino.

Konsep desa wisata yang diusung Desa Pranan memberikan nilai tambah bagi para petani. Kini mereka tidak hanya bergantung pada pengepul besar, tetapi juga bisa bertransaksi langsung dengan konsumen yang ingin merasakan sensasi memetik buah dari pohonnya.

Daya tarik ini memikat wisatawan lokal seperti Desi, warga Ngringo, Karanganyar, yang sengaja datang ke Pranan untuk menikmati jambu air segar secara langsung setiap musim panen raya tiba.

Kepala Desa Pranan, Jigong Sardjanto, menyampaikan bahwa periode panen tahun ini dimulai lebih awal dengan durasi yang lebih panjang. Pada puncak panen, total produksi jambu air di seluruh Desa Pranan diperkirakan dapat menembus 20 ton per hari.

Hasil panen tersebut rutin dikirim ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Semarang. Keberlanjutan produksi ini didukung oleh kecukupan pasokan air dari jaringan Irigasi Colo.

Dukungan terhadap potensi lokal ini juga datang dari Camat Polokarto, Heri Wahyu Cahyono, yang mengapresiasi keaktifan warga dalam menggerakkan roda ekonomi desa. Pihaknya terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk pembenahan infrastruktur dan akses masuk kawasan demi memperkuat citra Desa Pranan sebagai destinasi wisata petik buah unggulan.

Selain penjualan buah segar dan aktivitas wisata, Tim Penggerak PKK Desa Pranan turut mengambil peran dalam peningkatkan nilai ekonomi warga. Ketua PKK Desa Pranan, Endang, menjelaskan bahwa jambu air kini diolah menjadi beragam produk turunan seperti sirup, manisan, selai, hingga sambal jambu.

“Meski bisnis ini hanya di musim panen jambu saja tapi menjadi bisnis baru bagi ibu ibu. Berbagai produk kreatif tersebut telah mengantongi izin, sedang memproses sertifikasi halal, serta dipasarkan secara langsung maupun daring.” Ungkap Endang.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS