Putri Wakil Rektor UMS Wisuda Dokter: Bukti Mutu Akreditasi Unggul
SOLO (Soloaja.co) – Kualitas pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kian mendapat pengakuan nyata, bahkan dari lingkup internal pimpinan universitas sendiri.
Wakil Rektor IV UMS, Em Sutrisna, menegaskan kepercayaannya terhadap mutu akademik kampus tersebut saat menghadiri wisuda putrinya, Nazala Suha Arisna, yang resmi lulus dari Fakultas Kedokteran (FK) UMS.
Em Sutrisna menyatakan bahwa reputasi UMS sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Indonesia bukan sekadar klaim. Hal ini dibuktikan dengan posisi kompetitif UMS dalam pemeringkatan internasional seperti Times Higher Education (THE) dan QS World University Rankings.
- Para Panahan Indonesia Borong 6 Medali di World Archery 2026
- Polres Sukoharjo Gelar Kompetisi E-Sport Gen Z Putaran 6 di Nguter
Menurutnya, akreditasi "Unggul" yang disandang mayoritas program studi, termasuk Kedokteran, menjadi jaminan kualitas yang sejajar dengan perguruan tinggi negeri.
"Dalam sistem pendidikan kedokteran saat ini, tidak ada lagi sekat antara negeri dan swasta. Ujiannya bersifat nasional dengan standar soal yang sama. Yang membedakan adalah akreditasi, dan FK UMS sudah unggul bahkan menuju akreditasi internasional," ujar Em Sutrisna.
Selain keunggulan akademik, Em Sutrisna menyoroti penguatan karakter berbasis nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas UMS. Ia merasakan perubahan positif pada putrinya, mulai dari kedisiplinan hingga etika menghormati orang tua.
- Libur Panjang Paskah 2026: Daop 6 Layani 32 Ribu Penumpang
- Lampaui Standar! "Pelangi di Mars" Gebrak Sinema Visual Kelas Dunia
Program khusus seperti hafalan Juz 30 dan tradisi muraja’ah sebelum kegiatan tutorial di kedokteran dinilai menjadi nilai tambah yang membentuk pribadi lulusan yang lebih religius dan dewasa.
Saat ini, sang putri tengah menempuh pendidikan profesi dokter (coass) di RSUD Magetan. Sebagai orang tua sekaligus pendidik, Em Sutrisna berpesan agar putrinya senantiasa menjaga sikap tawadhu dan menjadikan seluruh elemen di rumah sakit sebagai guru, mulai dari tenaga medis hingga pasien.
Menutup pernyatannya, ia mengapresiasi prosesi wisuda UMS yang dinilai inklusif dan penuh kehangatan. Ia berharap lulusan UMS, termasuk putrinya, dapat menjadi tenaga profesional yang salihah serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan negara.
