Pohon Harapan Anti-Bullying, Wadah Aspirasi Siswa SDN 1 Jatibatur

Kusumawati - Selasa, 11 Agustus 2026 09:07 WIB
Pohon Harapan siswa SDN Jatibatur Gemolong Sragen bersama Mahasiswi KKN Unisri Surakarta (Soloaja)

SRAGEN (Soloaja.co) - Mahasiswa KKN UNISRI Desa Jatibatur melaksanakan program kerja “Pohon Harapan Anti-Bullying” di SDN 1 Jatibatur Gemolong Sragen.

Kegiatan yang dinisiasi Alvanza Ravi Raka Mukti Mahasiswa KKN dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas FKIP, menyasar siswa sekolah dasar dengan tujuan untuk mengetahui harapan dan pandangan siswa mengenai terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, saling menghargai, dan bebas dari bullying.

Dalam pelaksanaannya, siswa diajak untuk menyampaikan harapan mereka melalui tulisan sederhana yang berkaitan dengan anti-bullying dan hubungan pertemanan yang positif.

“Siswa dapat menuliskan harapan mengenai bagaimana mereka ingin diperlakukan oleh teman, sikap yang sebaiknya dilakukan terhadap sesama, serta lingkungan sekolah seperti apa yang mereka inginkan.” Kata Alvanza.

Tulisan tersebut kemudian ditempelkan pada media Pohon Harapan yang menjadi simbol dari kumpulan aspirasi para siswa.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi media untuk mengetahui keinginan siswa, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai saling menghormati, menghargai perbedaan, peduli terhadap teman, dan tidak melakukan tindakan perundungan.

Dengan pendekatan yang sederhana dan interaktif, siswa diberikan ruang untuk berani menyampaikan pendapat dan harapannya.

Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan menunjukkan bahwa mereka memiliki berbagai harapan untuk menciptakan suasana pertemanan dan sekolah yang lebih positif.

Berbagai harapan yang terkumpul pada Pohon Harapan menjadi gambaran bahwa terciptanya lingkungan bebas bullying membutuhkan kepedulian dan peran bersama seluruh warga sekolah.

Melalui program Pohon Harapan Anti-Bullying, Alvanza Ravi Raka Mukti berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

“Aspirasi yang telah disampaikan diharapkan tidak hanya menjadi tulisan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta budaya sekolah yang ramah anak, penuh kepedulian, saling menghargai, dan bebas dari bullying.” Tandas Alvanza.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS