Persiharjo Bangkit: Sinergi, Fasilitas dan Profesionalisme
SUKOHARJO (Soloaja.co) – Kebangkitan sepak bola di Kabupaten Sukoharjo tengah menjadi sorotan. Gelaran Liga 4 Jawa Tengah tahun ini tidak hanya menjadi ajang adu gengsi di lapangan hijau, tetapi juga menjadi momentum transformasi besar bagi Persiharjo Sukoharjo, mulai dari kepanitiaan yang inklusif hingga manajemen klub yang lebih profesional.
Kepanitiaan Lintas Wilayah dan Harapan Infrastruktur
Panitia Pelaksana (Panpel) Persiharjo, Sumarno, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini terasa berbeda. Atas arahan pemerintah daerah, kepanitiaan kini melibatkan stakeholder dari berbagai kecamatan seperti Weru, Nguter, hingga Grogol.
- Sembuh dari Pterygium Tanpa Biaya Berkat Program JKN
- Bedhaya Anglir Mendhung: Tarian Sakral Pengundang Hujan
"Kami ingin ada semangat handarbeni atau rasa memiliki dari seluruh masyarakat Sukoharjo, bukan hanya satu wilayah. Sekitar 30-an personel terlibat aktif untuk memastikan penyelenggaraan sukses," ujar Sumarno yang juga pengurus PSSI Sukoharjo bidang pembinaan usia dini.
Namun, Sumarno memberikan catatan penting terkait infrastruktur. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memberikan perhatian lebih pada kelengkapan Stadion Jombor agar mampu bersaing dengan daerah tetangga seperti Boyolali.
"Untuk menyelenggarakan pertandingan yang aman dan memiliki rating tinggi, kami butuh fasilitas stadion yang lebih memadai, terutama untuk perizinan hingga tingkat Polda," tambahnya.
- 4 Tips Investasi Emas Agar Makin Cuan, Jangan FOMO
- Senkom Wonogiri Dikukuhkan, Kardi Fokus Teknologi Informasi
Animo Tinggi dan "Road to Training"
Manajer Persiharjo, April, mengamini tingginya antusiasme suporter. Terbukti, dalam tiga laga kandang (home) terakhir, stadion selalu dipenuhi penonton. Strategi manajemen untuk melakukan road to training atau safari latihan ke berbagai pelosok daerah dinilai sukses mendekatkan klub dengan masyarakat.
"Antusiasme ini luar biasa. Harapan kami ke depan bukan hanya perbaikan rumput, tapi renovasi total tribun agar bisa menampung seluruh masyarakat Sukoharjo dengan nyaman," kata April. Saat ini, pihaknya juga gencar menggandeng tim-tim lokal (PS) di tingkat kelurahan melalui media sosial untuk menggaungkan kembali kejayaan sepak bola Sukoharjo.
Membangun Bisnis dan Fondasi Usia Dini
Di sisi manajerial, PT Garuda Mabar selaku pengelola klub membawa visi modern. Direktur Utama PT Garuda Mabar, Sidiq NP, menegaskan bahwa Persiharjo harus dikelola sebagai entitas bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
- Gempa Beruntun, Kapolres Sukoharjo Gelar Apel Siaga Bencana
- Jumenengan Ke-4 Mangkunegara X, Gelar untuk 18 Tokoh
"Target kami adalah pendanaan yang stabil melalui penguatan sponsorship, merchandise, hingga kolaborasi dengan UMKM lokal. Klub modern harus memiliki model bisnis jangka panjang agar konsisten dari tahun ke tahun," tegas Sidiq.
Senada dengan hal tersebut, Sekjen Garuda Mabar, Elvas, menekankan bahwa fondasi terpenting adalah pembinaan usia dini. Pihaknya berkomitmen membangun sistem scouting dan kompetisi usia muda yang terstruktur.
"Kami ingin Persiharjo punya identitas kuat dengan pemain binaan lokal. Ini investasi agar klub tidak kehilangan karakter," ungkap Elvas.
Sepak Bola Sebagai Penggerak Ekonomi
Dengan pengelolaan profesional dan dukungan infrastruktur yang memadai, Persiharjo diproyeksikan tidak hanya berprestasi di liga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui sport tourism dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Stadion Jombor.
Langkah selanjutnya:
