Mendiktisaintek Sebut Modal Budaya ISI Surakarta Tak Tertandingi
SOLO (Soloaja.co) — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta memiliki kekhasan berupa modal budaya (cultural capital) yang sangat kuat dan sulit ditiru oleh perguruan tinggi lain. Pesan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke ISI Surakarta pada Jumat (18/9/2026).
“ISI Surakarta merupakan kampus seni pertama yang saya kunjungi dalam rangkaian pemetaan perspektif pengembangan pendidikan seni dan budaya nasional. Kami harap ISI Surakarta tidak terjebak untuk mengejar model universitas umum.” Kata Brian.
- GSI Pelopori Peta Digital Jalur Pendakian Bukit Mongkrang, Navigasi Tanpa Sinyal
- Menganggur Bukan Berarti Nganggur, Ini 5 Cara Tetap Produktif
Menurut Brian, universitas umum memang unggul dalam keluasan disiplin ilmu seperti sains, teknologi, maupun kedokteran. Namun, ISI Surakarta memegang aset yang jauh lebih bernilai dan eksklusif, meliputi tradisi artistik, pengetahuan lokal, maestro seni, repertoar karya, arsip budaya, hingga ekosistem penciptaan yang menyatu dengan masyarakat.
Ia menekankan agar ISI Surakarta fokus menjawab pertanyaan strategis mengenai apa yang hanya bisa dilakukan oleh ISI Surakarta tetapi tidak dapat dilakukan oleh perguruan tinggi lain.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor ISI Surakarta, Bondet Wrahatnala, memaparkan rekam jejak sejarah dan arah strategis institusi. ISI Surakarta berakar dari Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) yang berdiri pada 1965 atas prakarsa Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Djojokusumo, putra Sri Susuhunan Pakubuwana X.
- Peringatan Haornas 2026 Surakarta Ajak Masyarakat Aktif dan Bugar
- Fakta Penting tentang Akuisisi BYAN oleh Haji Isam
Perjalanan institusi ini juga mencakup sejarah perpindahan kampus dari Sasonomulyo Keraton Kasunanan Surakarta ke Kampus Kentingan, Jebres.
Rektor menegaskan komitmen ISI Surakarta untuk menjadi pusat pengetahuan, penciptaan, inovasi, serta diplomasi seni-budaya Nusantara yang berjejaring global.
Guna mendukung efektivitas pelayanan akademik dan administrasi, pihak kampus kini tengah merencanakan penguatan fasilitas pembelajaran melalui digitalisasi dan sentralisasi layanan.
Mendiktisaintek mendorong ISI Surakarta agar memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui semangat Diktisaintek Berdampak. Dengan penguatan tata kelola akademik dan kolaborasi internasional, kekayaan budaya Indonesia diharapkan mampu terus berkembang dan menembus kancah global.
