Menanam Masa Depan: Tim Magang JARPAK UNS Kenalkan Agroforestri di Temanggung

Kusumawati - Kamis, 02 Juli 2026 09:44 WIB
Tim magang JARPAK UNS memberi pengetahuan tentang agroforeatri di Temanggung (Soloaja)

TEMANGGUNG (Soloaja.co) — Di tengah tantangan perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan, edukasi ekologi sejak dini menjadi kunci penting untuk mencetak generasi yang peduli bumi. Langkah nyata inilah yang diambil oleh kelompok Mahasiswa Magang JARPAK Universitas Sebelas Maret (UNS).

Mereka menginisiasi program pengenalan konsep agroforestri kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Temanggung.

Octavinda AlifiahPR ketua tim magang JARPAK mengatakan melalui program kerja ini, konsep pertanian dan kehutanan yang terkesan rumit dikemas menjadi aktivitas yang seru, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak.

“Secara sederhana, agroforestri merupakan sistem budidaya yang menggabungkan tanaman hutan (tanaman berkayu) dengan tanaman pertanian atau peternakan dalam satu kesatuan lahan.” Ungkap Octavinda, Kamis (02/07).

Pengenalan prinsip ini memiliki nilai strategis bagi anak-anak karena mampu melatih kepekaan motorik serta empati terhadap makhluk hidup sejak dini. Dengan mengenali karakteristik tanaman hutan dan tanaman pangan, para siswa diajak memahami hubungan sebab-akibat positif yang dihasilkan dari penerapan agroforestri terhadap kelestarian lingkungan.

Aksi edukasi lingkungan ini dilaksanakan secara langsung di dua sekolah, yaitu SD Negeri 1 Soropadan dan MTsN 2 Temanggung. Tidak hanya sekadar memaparkan materi di dalam kelas, mahasiswa magang UNS juga memberikan ruang kreatif bagi para siswa melalui sesi "Your Future Agroforestry" (Agroforestri Masa Depan).

“Dalam sesi ini, para siswa ditantang untuk berkreasi, berinovasi, dan menuangkan ide-ide menarik mereka mengenai model kebun masa depan yang ideal.” Imbuhnya.

Mengenalkan agroforestri ke bangku sekolah dasar dan menengah adalah sebuah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan bumi. Melalui program ini, mahasiswa tidak sekadar mengajak anak-anak untuk menanam pohon, melainkan sedang menanam cara pandang baru: bahwa manusia dan alam dapat hidup berdampingan secara harmonis dan saling menguntungkan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS