Komunikotavisual Ajak Rayakan Hari Wayang Dunia Lewat Wayang Kertas di CFD

Kusumawati - Minggu, 08 November 2026 14:51 WIB
Peringatan Hari Wayang Dunia bersama Komuni kota visual di CFD Solo Slamet Riyadi (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Suasana Car Free Day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo, pada Minggu (8/11/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga yang memadati kawasan bebas kendaraan bermotor di depan halte Kantor Pengadilan Solo diajak untuk peduli dan melestarikan seni tradisi nenek moyang lewat aksi kreatif penancapan miniatur wayang kertas dan kartu ungkapan pesan.

Aksi yang diinisiasi oleh Komunikotavisual ini menjadi sebuah media eksperimen sosial untuk menguji sejauh mana kepedulian masyarakat terhadap keberadaan wayang kulit yang telah resmi diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.

Di lokasi, warga tampak antusias melihat, memilih, hingga ikut menancapkan ratusan miniatur wayang dari kertas berukuran sekitar 7 x 12 cm hasil kolaborasi kreatif siswa SD Negeri Dadapsari, Pasar Kliwon, Surakarta, pada batang pelepah pisang yang telah disiapkan.

Berbagai kalangan, mulai dari orang tua yang mendampingi anak-anak mereka hingga kelompok remaja, tampak memadati area tersebut.

Sejumlah pengunjung juga memanfaatkan momen ini untuk berfoto bersama di dekat instalasi pelepah pisang yang dipenuhi kartu ucapan dan pesan penuh makna, seperti "Jaga Budaya Indonesia", "Aku Cinta Wayang", "Kami Lestarikan Wayang", hingga "Wayang Budaya Kita dan Kami".

Co-founder Komunikotavisual, Basnendar Herry Prilosadoso, menjelaskan bahwa kegiatan eksperimen sosial ini dirancang sebagai media alternatif yang interaktif untuk merayakan Hari Wayang Dunia di tengah masyarakat luas.

“Kami berharap kegiatan ini mampu mengukur tingkat kepedulian publik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur.” Ungkap Basnendar.

Eksperimen sosial untuk mencoba merancang media alternatif dalam rangka merayakan Hari Wayang Dunia. Melalui media alternatif dari eksperimen sosial ini, kita ingin mengetahui sejauh mana masyarakat peduli akan wayang sebagai warisan dunia tak bendawi, ungkap Basnendar.

Penyelenggaraan aksi di ruang publik ini tidak hanya sukses menarik perhatian pejalan kaki, tetapi juga menjadi wadah edukasi kreatif agar generasi muda semakin bangga dan berperan aktif dalam melestarikan seni pewayangan di masa depan.

Editor: Kusumawati

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌