KKN UNISRI Kelompok 39 Gelar Tiga Program Pemberdayaan Desa
SRAGEN (Soloaja.co) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 39 melaksanakan tiga program kerja pemberdayaan masyarakat di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Ketiga program tersebut meliputi pelatihan pembuatan briket arang dari sekam padi, sosialisasi pencegahan pernikahan dini, serta program PENARA (Penomoran Alamat Rumah Warga).
Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan KKN UNISRI Tahun Akademik 2025/2026 yang mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen.”
- Dukung UMKM Mahasiswa KKN Unisri Buat X-Banner Layanan Desa di Sragen
- 7 Cara Hidup Minimalis untuk Kurangi Pengeluaran dan Tambah Tabungan
Program pertama diawali pada 10 Agustus 2026 melalui Pelatihan Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket Arang yang diselenggarakan dalam pertemuan warga di Dusun Tlebuk RT 05. Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut dilatarbelakangi oleh potensi sektor pertanian di Desa Kedawung yang menghasilkan limbah sekam melimpah.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi sekaligus peragaan langsung proses pengolahan sekam padi yang telah dibakar dan dihaluskan, lalu dicampur dengan perekat tepung tapioka hingga tahap pencetakan. Melalui inovasi ini, limbah pertanian yang biasanya hanya digunakan untuk pakan ternak dapat dioptimalkan menjadi bahan bakar alternatif bagi kebutuhan rumah tangga.
Selanjutnya, pada 24 Agustus 2026, Kelompok 39 menggelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di SMK Tunas Harapan 2 Mondokan. Kegiatan yang diikuti siswa kelas XII ini menghadirkan Staf KUA Kecamatan Mondokan, Agus Hidayat, S.Pd.I., sebagai narasumber utama. Program tersebut dilaksanakan guna merespons maraknya kasus pernikahan usia muda di wilayah setempat.
Dalam pemaparannya, Agus Hidayat mengungkapkan bahwa Kecamatan Mondokan mencatatkan angka pernikahan dini yang tergolong tinggi. Edukasi interaktif tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai dampak medis, psikologis, hingga sosial dari pernikahan dini bagi generasi muda.
- Yayoi Kusama Berkarya hingga Usia 97 Tahun, Ini yang Menjaga Produktivitasnya
- 8 Cara Mudah Pangkas Pengeluaran Agar Dompet Tak Cepat Tipis
Sementara itu, program ketiga berupa PENARA (Penomoran Alamat Rumah Warga) dilaksanakan pada 25 Agustus 2026 di Dusun Kedawung, meliputi wilayah RT 08, RT 09, RT 10, dan RT 11. Program penataan administrasi kewilayahan ini dirancang untuk menjawab kesulitan identifikasi alamat rumah yang dialami masyarakat maupun petugas jasa pengiriman barang.
Kepala Desa Kedawung, Riki Astono, S.T., menyambut baik inisiatif tersebut lantaran penomoran rumah di wilayahnya sempat terhenti sejak kurun 1990-an. Didampingi ketua RT setempat, para mahasiswa melakukan pendataan, pembuatan desain, hingga pemasangan plat nomor secara langsung dari rumah ke rumah.
Melalui sinergi ketiga program kerja tersebut, KKN UNISRI Kelompok 39 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kemandirian ekonomi, edukasi generasi muda, serta kerapian administrasi Desa Kedawung.
