Indahnya Toleransi: Pemuda Muslim Bagikan Sego Berkat di Gereja

Kusumawati - Sabtu, 14 Maret 2026 09:02 WIB
Pemuda muslim membagikan takjil untuk warga Katolik di Gereja Hati Kudus Yesus Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Pemandangan menyejukkan terlihat di depan Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo pada Jumat (13/3/2026) sore. Di tengah suasana khidmat persiapan menyambut Jumat Agung, puluhan remaja Muslim Sukoharjo mendatangi gereja tersebut untuk berbagi kebahagiaan dengan membagikan “sego berkat” kepada para jemaat.

Kehadiran para pemuda Muslim ini disambut hangat oleh seratusan jemaat yang tengah berada di luar area gereja. Momen ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ekaristi yang dijalani jemaat Katolik, sementara umat Muslim juga tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Tradisi Tahun Keempat

Aksi yang dipimpin oleh tokoh pemuda Sukoharjo, Agus Widanarko, ini bukanlah yang pertama kali. Menurut pria yang akrab disapa Danar tersebut, kegiatan bertajuk "Takjil Toleransi" ini sudah memasuki tahun keempat dan telah menjadi tradisi yang dinanti.

“Kami dari pemuda Muslim datang untuk memberikan takjil toleransi. Ini tahun keempat kami berkunjung. Kebetulan momennya bersamaan dengan Jumat Ekaristi dan bulan Ramadan, jadi kita sama-sama mencari berkah,” ujar Danar di sela kegiatan.

Danar menambahkan bahwa aksi ini merupakan simbol persaudaraan yang kuat di Sukoharjo. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah, baik Ramadan bagi umat Muslim maupun rangkaian menuju Jumat Agung bagi umat Katolik pada April mendatang, dapat berjalan dengan lancar dan damai.

Menguatkan Tenun Kebhinekaan

Apresiasi mendalam disampaikan oleh Romo Petrus Dwi Purnomo. Menurutnya, kehadiran para pemuda Muslim dengan membawa sego berkat tersebut semakin mengukuhkan nilai-nilai kebhinekaan di Indonesia.

“Terima kasih, kami mewakili jemaat sangat mengapresiasi ini. Semoga aksi ini memberikan keteduhan dan semangat kebersamaan. Ini membuktikan bahwa kita berbeda dalam satu perjuangan yang sama, namun tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” ungkap Romo Petrus.

Ia juga menekankan bahwa keberagaman di Sukoharjo bukanlah sebuah sekat pemisah, melainkan jembatan yang kokoh untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Aksi spontan namun penuh makna ini menunjukkan betapa kuatnya rasa saling menghormati di tengah masyarakat, menciptakan suasana yang sejuk di tengah dinamika kehidupan beragama.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS