HIMA DKV ISI Surakarta Matangkan Persiapan PPK Ormawa 2026
SOLO (Soloaja.co) – Sebanyak 15 mahasiswa Himpunan Mahasiswa (HIMA) Desain Komunikasi Visual (DKV) ISI Surakarta berkumpul di Ruang Rapat Gd. V lt. 2 Jurusan Desain, Kampus Mojosongo pada Selasa (4/3).
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam persiapan penyusunan proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026.
Program yang dikelola oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemendiktisainstek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas organisasi mahasiswa sekaligus mengasah hard skills dan soft skills melalui pemberdayaan masyarakat secara langsung.
- 42 Tahun Mahafisippa: Merajut Cerita dalam Satu Ikatan
- Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dua Gelombang
Misi Menjaga Tradisi Lolos Pendanaan
Rapat yang berlangsung di tengah suasana bulan Ramadhan ini dipimpin langsung oleh Rafifah Hafidha Putri Rashikhah (Rashi), mahasiswa angkatan 2024 yang bertindak sebagai ketua pengusul. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga tradisi positif HIMA DKV ISI Surakarta yang rutin mendapatkan pendanaan proposal dalam beberapa tahun terakhir.
Agenda utama pertemuan kali ini adalah diskusi lanjutan setelah tim melakukan survei lapangan ke Desa Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo. Survei tersebut dilakukan untuk memetakan permasalahan sekaligus merumuskan ide pengembangan bagi desa mitra.
"Kami masih mempertimbangkan tema akhir, namun kemungkinan besar akan mengangkat konsep Desa Wisata di wilayah Sanggrahan. Potensinya sangat besar, terutama dengan banyaknya pengrajin tempe dan tradisi tahunan kirab gunungan tempe," ujar Rashi.
- Respati Kawal Kepulangan Jemaah Umrah Solo Terdampak Konflik
- SD Muh PK Kottabarat Solo Raih Predikat Unggul Utama
Fokus pada Pengembangan Potensi Lokal
Dalam rilis resminya, Ipung Kurniawan Yunianto selaku dosen pembimbing menegaskan pentingnya pemetaan kondisi desa secara akurat. Ia menjelaskan bahwa rapat ini sangat krusial untuk menyelaraskan temuan di lapangan dengan solusi yang akan ditawarkan dalam subproposal.
"Kegiatan ini fokus memetakan potensi dan kondisi atas permasalahan desa mitra yang sudah ditemukan. Hal ini dilakukan agar pengembangan yang diajukan nantinya benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," pungkas Ipung.
