CORTIS dan LNGSHOT, Pendatang Baru Paling Disorot

Redaksi Daerah - Rabu, 28 Januari 2026 13:54 WIB
CORTIS dan LNGSHOT Jadi Tren Baru di Industri K-Pop

JAKARTA – Apakah industri idol K-pop sedang memasuki babak perubahan baru? Kehadiran dua boy group rookie, CORTIS dan LNGSHOT, setidaknya memunculkan sinyal tersebut. Keduanya mencuri perhatian publik karena secara terbuka menantang pakem genre idol yang selama ini dianggap baku, sekaligus menawarkan gambaran baru tentang konsep grup idol.

Mengutip laporan The Korea Times, CORTIS melakukan debut resminya pada September 2025 lewat album perdana bertajuk Color Outside the Lines. Sementara itu, LNGSHOT menyusul debut pada Januari tahun ini dengan merilis album SHOT CALLERS.

Keduanya tidak menampilkan koreografi yang sangat sinkron, atau membangun semesta fiksi yang rumit yang dirancang untuk menjadi landasan narasi grup, dan menghindari konsep visual yang terpadu secara teliti, hal-hal yang selama ini kerap dianggap sebagai standar dalam dunia K-pop.

Sejak awal kemunculannya, CORTIS sudah menunjukkan pendekatan yang berbeda dengan menolak sistem produksi konvensional yang bersifat top-down. Alih-alih mengandalkan arahan sepihak, seluruh anggota terlibat langsung dalam proses penciptaan lagu, penyusunan koreografi, hingga produksi konten visual.

Struktur kerja ini mereka sebut sebagai “young creator crew.” Penekanannya bukan pada kesempurnaan, tetapi lebih pada eksperimentasi.

LNGSHOT pun menempuh jalur serupa. Dalam album debutnya yang mencakup unsur hip-hop, R&B, dan pop, para anggota tidak hanya terlibat langsung dalam proses pembuatan musik, tetapi juga ikut menentukan konsep penampilan dan menyalurkan ide-ide mereka sendiri.

Pendekatan ini menghasilkan kehadiran panggung yang menonjolkan karakter masing-masing anggota dan chemistry di antara mereka, alih-alih sinkronisasi yang kaku, sebuah strategi yang jelas ditujukan untuk menarik perhatian audiens muda.

Penyimpangan dari norma idol tradisional ini tidak hanya terlihat dalam proses produksi album. Di media sosial, yang kini menjadi ruang penting untuk promosi, keduanya juga menerapkan pendekatan yang tidak lazim dengan mengedepankan kesan spontan.

Boy group K-pop LNGSHOT. (x.com/LNGSHOT4sho)

Alih-alih menampilkan tantangan tari yang dikoreografikan secara rapi dan visual yang dikurasi dengan sangat cermat seperti kebanyakan grup idol lain, CORTIS dan LNGSHOT justru menghadirkan momen-momen apa adanya dan interaksi tanpa skrip, menjadikan keaslian sebagai daya tarik utama.

Reaksi penggemar menunjukkan hasil yang positif. CORTIS bahkan melahirkan istilah baru, “CORTIS-core,” yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang segar, santai, dan bebas.

Menyebarnya istilah tersebut di kalangan anak muda menandakan bahwa CORTIS mulai membangun identitasnya sendiri. Selain itu, album debut mereka juga mencatatkan capaian yang melampaui perkiraan di tangga lagu domestik maupun internasional, menunjukkan bahwa langkah kreatif yang diambil berhasil mendapat sambutan pendengar.

Sementara, LNGSHOT meski masih tergolong pendatang baru, perlahan mulai menemukan tempatnya melalui warna musik yang kuat pada genre tertentu serta penekanan pada karakter individual para anggotanya.

Secara bersama-sama, perjalanan karier CORTIS dan LNGSHOT memberikan petunjuk bahwa K-pop sedang mengalami pergeseran. Karena generasi muda semakin menjadi basis konsumen utama pasar, grup-grup yang mencerminkan preferensi mereka mulai mendapatkan daya tarik.

Para pengamat industri memperkirakan bahwa akan muncul lebih banyak grup seperti CORTIS dan LNGSHOT untuk menantang konvensi idola yang sudah mapan. Apakah mereka pada akhirnya akan mengubah model industri saat ini masih harus dilihat.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 26 Jan 2026

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 28 Jan 2026

Editor: Redaksi Daerah

RELATED NEWS