Bupati Etik dan Baznas Sukoharjo Salurkan Bantuan Rehab RTLH Senilai Rp223 Juta

Kusumawati - Kamis, 27 November 2025 07:14 WIB
Bupati Sukoharjo menyerahkan bantuan RTLH Baznas Sukoharjo langsung pada penerima (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menunjukkan komitmen dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hunian. Pada Rabu (26/11/2025), disalurkan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada total 19 penerima yang tersebar di lima kecamatan.

Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp223 juta. Bantuan tersebut disalurkan untuk penerima di Kecamatan Sukoharjo (1 penerima), Kecamatan Weru (8 penerima), Kecamatan Bulu (4 penerima), Kecamatan Bendosari (1 penerima), dan Kecamatan Nguter (2 penerima).

Bupati Etik Suryani berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh penerima.
“Saya harap bantuan ini dimanfaatkan dengan baik untuk memperbaiki rumah sehingga nantinya memiliki rumah yang layak huni. Nanti hasil rehab rumahnya dilaporkan melalui desa/kelurahan masing-masing,” ujar Bupati.

Survei Ketat dan Bantuan Tepat Sasaran

Bupati menjelaskan, permohonan bantuan RTLH yang masuk melalui desa dan kecamatan kemudian diteruskan kepada Baznas. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Baznas wajib melakukan survei ke lokasi.

"Jadi, sebelum bantuan diberikan, terlebih dahulu Baznas melakukan survei ke lokasi untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran,” sambungnya.

Bupati Etik juga sengaja datang langsung ke lokasi penyaluran untuk melihat kondisi rumah yang mendapat bantuan. "Dari pantauan ini sekaligus untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” imbuh Bupati.

Sardiyono, Ketua Baznas Sukoharjo, membenarkan bahwa tim survei diturunkan sebelum bantuan disalurkan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan rehab RTLH.
Mengenai nilai bantuan yang bervariasi, Sardiyono menjelaskan hal itu ditentukan berdasarkan hasil survei di lapangan.

“Soal nilai bantuan yang berbeda, memang hal itu ditentukan berdasarkan survei di lapangan. Tergantung kondisi rumah masing-masing,” kata Sardiyono.

Nilai bantuan yang disalurkan kali ini paling rendah adalah Rp5 juta (untuk renovasi ringan) dan paling tinggi mencapai Rp20 juta (untuk rehab total).

Editor: Redaksi

RELATED NEWS