BPJS Ketenagakerjaan Surakarta Optimalkan Agen PERISAI
SOLO (Soloaja.co) — BPJS Ketenagakerjaan terus mengoptimalkan sistem keagenan melalui program Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai). Langkah strategis ini diambil guna memperluas jangkauan perlindungan dan mempermudah akses bagi pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) di berbagai wilayah.
Melalui sistem keagenan ini, BPJS Ketenagakerjaan mendorong pendaftaran dan pengelolaan kepesertaan agar menjadi lebih dekat dengan masyarakat.
- UMS Gandeng Kampus Selandia Baru, Perkuat Jaringan Global
- CIMB Niaga Syariah Salurkan Hewan Kurban Melalui LAZISMU
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta, Teguh Wiyono, menjelaskan bahwa kesadaran pekerja mandiri masih harus ditingkatkan. Oleh karena itu, agen Perisai menjadi ujung tombak yang sangat penting untuk masuk langsung ke lingkungan desa atau kelurahan.
"Para agen yang tergabung dalam wadah Kantor Perisai bertugas secara mandiri di akar rumput untuk melakukan sosialisasi, akuisisi peserta, hingga membantu mengelola pembayaran iuran," ujar Teguh.
Inisiatif mandiri ini dinilai sangat efektif untuk menyasar para pekerja mandiri yang memiliki keterbatasan akses, antara lain:
* Pedagang pasar
* Petani dan nelayan
* Pengendara ojek online
Selama ini, kelompok pekerja tersebut kerap kesulitan mengakses kantor cabang formal karena kendala jarak maupun keterbatasan waktu kerja.
- Kesadaran Kesehatan Intim Melonjak, Peluang Pasar Intimate Care
- Grebeg Besar Dal 1959: Karaton Surakarta Siap Gelar Kirab
Pihak BPJS Ketenagakerjaan optimistis keagenan aktif di berbagai daerah mampu mendongkrak kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial secara berkelanjutan. Perlindungan yang diberikan mencakup program-program mendasar seperti:
1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
2. Jaminan Kematian (JKM)
Dengan hadirnya agen di tengah pemukiman warga, proses administrasi kepesertaan kini menjadi jauh lebih praktis. Keberadaan program ini diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat pekerja secara nasional.
