Angkat Isu Stunting, Mahasiswa Keperawatan UMS Raih Juara 2 Duta Genre Boyolali
SOLO (Soloaja.co) - Zidan Alfarizi, Mahasiswa Prodi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menorehkan prestasinya dengan meraih Juara 2 pada Duta Genre Boyolali. Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) merupakan event yang diusung oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
"Duta Genre memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mensosialisasikan mengenai Triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja). Duta Genre itu di bawah naungan BKKBN sendiri, fokusnya untuk mensosialisasikan kepada remaja-remaja yang ada di kabupaten Boyolali khususnya, dan Duta Genre ini merupakan platform yang untuk mencegah terjadinya pernikahan dini, seksual, HIV dan Napza," jelas Zidan, Senin 20 November 2023.
- Kemeriahan Tipe-X dan Raim Laode Dalam YoU Fest Menggebrak Pekalongan
- Berdayakan Masyarakat, HM Pelita UNS Gelar Pameran Pupuk Organik di Desa Kragan, Karanganyar
Duta Genre ini sendiri dapat diikuti oleh remaja dari kalangan umur 17-22 tahun, baik putra maupun putri. Duta Genre ini, menurut Zidan, akan menjadi panutan untuk remaja di daerah.
"Lebih fokus ke mensosialisasikan dan menjadi role model kepada remaja khususnya di kabupaten sendiri untuk itu tadi, mencegah terjadinya Triad KRR," ungkapnya.
Untuk menjadi seorang Duta Genre, peserta harus melewati beberapa tahapan tes. Tahapan pertama adalah tes tertulis dan wawancara, kemudian diambil 20 besar dengan finalis 10 putra 10 putri. Dari 20 peserta yang lolos seleksi itu kemudian mengikuti karantina selama empat hari.
"Kita sosialisasi kepada remaja yang ada di SMPN 1 Boyolali, memberikan penyuluhan dan sosialisasi Terus pembekalan untuk kemudian final," kata Zidan menjelaskan kegiatannya saat mengikuti karantina.
- Keseruan Aksi Ganjar Milenial Bekali Gen Z di Semarang Tips Lolos di PTN Favorit
- M Entertainment Hadirkan Konser Air Supply "The Lost In Love Experience" di Edutorium UMS Solo
Setelah karantina selesai, peserta kemudian menyampaikan orasi ilmiahnya yaitu pada saat final, 5 November lalu. Zidan sendiri membawakan isu stunting.
"Karena isu yang sekarang dan sangat harus dicegah dan harus dibahas, apa itu stunting? Dan bagaimana pencegahannya," tanya Mahasiswa Keperawatan UMS itu.
Dia juga membuat taman remaja stunting, yang ditujukan untuk sosialisasi hal preventif terjadinya stunting. Zidan sendiri ingin menyuarakan sesuatu kepada remaja-remaja di daerahnya.
"Ayo kita remaja yang harus mencegah stunting dan kita punya masa depan yang cerah, dan harus terhindar dari Triad KRR," ajaknya.
- Asippindo Gelar Seminar Nasional Bertajuk Setengah Abad Penjaminan Kredit UMKM Berkontribusi Bagi Negeri
- Gerindra Sukoharjo Gelar Syukuran dan Doa bersama Pemenangan Prabowo-Gibran
Dia berpesan, agar remaja atau mahasiswa bisa konsisten ketika ingin meraih sesuatu dan bisa mengalahkan rasa bosan yang datang.
"Untuk remaja atau mahasiswa sendiri lebih fokus ketika tengah berproses, terkadang rasa bosan atau lelah akan muncul. Tapi apabila kita akan melakukan sebuah proses itu, maka kita harus mempunyai konsisten dan juga value yang harus kita tingkatkan," ungkapnya.
Mari remaja dan teman sebaya, lanjutnya, menggerakkan untuk inspirasi kepada remaja-remaja untuk pencapaian generasi emas Indonesia pada tahun 2023, dan memiliki jiwa kompetisi.
Mahasiswa Prodi Keperawatan UMS itu mengatakan, bahwa dirinya mendapatkan dukungan dan apresiasi dari prodi untuk terus berkembang dan berprestasi.