IKM Sri Kayu
Minggu, 05 Juli 2026 15:50 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) - Di antara deretan produk furnitur nan estetik di Sentra IKM Sri Kayu, terselip optimisme besar bagi masa depan ekonomi kreatif Kota Solo. Festival bertajuk Smart and Sustainable Living yang berlangsung pada 4-6 Juli 2026 di Kelurahan Gilingan ini bukan sekadar ajang pameran, melainkan sebuah ruang temu antara tradisi luhur dan inovasi masa depan.
Kehadiran Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, pada Minggu (5/7) semakin mempertegas pentingnya perhelatan ini. Bagi Astrid, pemandangan unik terlihat di sini: produk industri kayu yang berkualitas internasional bersanding manis dengan pertunjukan tari dan fashion show anak-anak dari Loka Tari Art.
“Ini adalah bukti bahwa industri kreatif dan seni budaya bukan dua hal yang terpisah, melainkan kekuatan yang saling mengunci untuk memperkuat citra Kota Budaya.” Ungkap Astrid Widayani.
Astrid meyakini bahwa sentuhan seni khas Solo memberikan jiwa pada setiap furnitur yang dihasilkan. Produk-produk yang dipamerkan tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga telah membuktikan tajinya di pasar ekspor global karena memiliki karakter desain yang unik.
Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perajin untuk terus berinovasi, terutama dalam pemanfaatan media digital sebagai etalase dunia untuk menampilkan karya terbaik mereka.
Namun, di balik megahnya pameran, ada sisi inspiratif yang menyentuh akar permasalahan industri. Pada hari kedua festival, digelar pelatihan praktis bertajuk Memulai Wirausaha Furniture dan Home Dekor dari Nol. Sebanyak 30 peserta, mulai dari masyarakat umum hingga mahasiswa, belajar bahwa keterbatasan modal bukanlah penghalang untuk berkarya.
Ketua Panitia Sri Kayu Furni Fest 2026, Awang Herawan, menekankan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan teknis dan keberanian untuk memulai.
“Mereka tidak hanya diajarkan tentang produksi, tetapi juga dikenalkan pada ekosistem industri, termasuk penggunaan alat-alat mesin, agar lebih tertarik terjun langsung ke dunia wirausaha.” Ungkap Awang.
Dengan kombinasi pameran, edukasi, dan dukungan penuh dari pemerintah, Sentra IKM Sri Kayu kini tidak lagi hanya menjadi tempat produksi, melainkan kawah candradimuka bagi lahirnya wirausahawan furnitur masa depan yang mampu membawa nama Solo ke kancah global.
Bagikan