UMKM
Sabtu, 22 Agustus 2026 13:57 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

KLATEN (Soloaja.co) — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat berbasis budaya dan pendidikan. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) KSP “Principium” Fakultas Hukum (FH), UNS resmi melakukan re-launching Kampung Dolanan Sidowayah di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Sabtu (22/8).
Mengusung tagline “BERSEMI” (Berbudaya, Eksploratif, Rekreatif, Sains, Ekologis, Mandiri, dan Inklusif), kawasan ini dihadirkan kembali sebagai destinasi wisata edukasi yang mempertemukan kearifan lokal, permainan tradisional, sains, dan pemberdayaan masyarakat.
Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi (Arifah Fauzi), Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Direktur Jaringan dan Pembudayaan BPIP Prof. Agus Moh. Najib, Rektor UNS Prof. Hartono, serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS Prof. Dody Ariawan.
“Kampung Dolanan Sidowayah bukanlah potensi yang baru muncul, melainkan kearifan lokal yang tumbuh dari masyarakat. Melalui re-launching BERSEMI, kami ingin membawa semangat baru agar potensi ini terus tumbuh dan memberikan manfaat yang makin luas,” ujar Rektor UNS, Prof. Hartono.
Pengembangan Kampung Dolanan Sidowayah merupakan wujud nyata penerapan semangat Kampus Berdampak. Program ini juga terintegrasi dalam Paket Aglomerasi Wisata Klaten bersama Desa Delanggu dan Desa Kranggan, serta disinergikan dengan program prioritas Ruang Bersama Indonesia (RBI) dari Kementerian PPPA RI.
Guna menghadirkan wahana edukasi yang lengkap, UNS merangkul berbagai pihak strategis:
Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi (Arifah Fauzi) menilai Desa Sidowayah memiliki kekuatan tersendiri karena mampu mempertahankan nuansa tradisional dan mengembangkan budaya lokal sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
“Di sini masih terasa kuat nuansa tradisional dan kesederhanaannya. Desa ini mampu mempertahankan sekaligus mengembangkan budaya lokal yang ada,” ujar Arifah Fauzi.
Ke depan, Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI diproyeksikan menjadi living laboratory—ruang belajar yang hidup dan interaktif bagi mahasiswa maupun masyarakat luas. Ragam permainan tradisional seperti balap karung, tarik tambang, hingga lompat tali disiapkan untuk membangun karakter generasi muda.
Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menekankan pentingnya ruang bermain terbuka bagi tumbuh kembang anak.
“Anak-anak belajar empati, kerja sama, dan mengenal budayanya justru dari pengalaman bermain. Karakter generasi emas tidak hanya dibentuk di dalam ruang kelas, tetapi dari keluarga yang hangat, lingkungan yang aman, dan kesempatan untuk bermain secara inklusif,” tutur Nawal.
Melalui sinergi perguruan tinggi, pemerintah daerah, korporasi, dan warga lokal, Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI diharapkan mampu menjadi pemantik lahirnya ruang-ruang edukasi berbasis budaya serupa di berbagai daerah Jawa Tengah.
Bagikan