Unisri Surakarta
Jumat, 17 Juli 2026 08:47 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

KLATEN (Soloaja.co) — Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kembali menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Tim dosen UNISRI resmi meluncurkan program bertajuk “Mlese Smart Gateway” di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten pada Rabu (15/7).
Program strategis ini mengusung tema “Integrasi Potensi Desa Digital Berwawasan Bela Negara melalui Penguatan Kelembagaan pada Komunitas Informasi Masyarakat Pengrajin Lurik.” Dipimpin oleh Prof. Anita Trisiana selaku Ketua Tim, serta beranggotakan Linda Oktaviani dan Nabila P., kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Mlese beserta jajaran perangkat desa, serta Mitra Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Pengrajin Lurik Desa Mlese.
Ketua Tim PkM UNISRI, Prof. Anita Trisiana, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjembatani gagasan akademik dengan kebutuhan nyata pelaku usaha lokal.
“Mlese Smart Gateway adalah ikhtiar kami mengintegrasikan potensi lokal Desa Mlese, khususnya para pengrajin lurik, dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi, informasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin penguatan KIM menjadi pintu masuk untuk meningkatkan literasi digital, memperluas jejaring pemasaran, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal agar mampu bersaing di era digital,” urai Prof. Anita.
Transformasi Digital Berwawasan Bela Negara
Lebih dari sekadar pelatihan digital, program inovatif ini menyisipkan semangat *Bela Negara* sebagai fondasi utamanya. Melalui pendekatan ini, UNISRI mendorong agar transformasi digital di tingkat desa tidak mencabut jati diri dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Para pengrajin kain lurik tradisional di Desa Mlese diharapkan tidak hanya naik kelas secara ekonomi, melainkan juga mampu bertransformasi menjadi duta budaya yang bangga terhadap produk buatan dalam negeri.
Rangkaian agenda pengabdian tersebut dikemas secara partisipatif, meliputi penyampaian materi teknis, diskusi interaktif, pendampingan langsung di lapangan, hingga penyusunan langkah tindak lanjut yang konkret. Hal ini dilakukan demi memastikan program tersebut dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat setempat.
Di akhir kegiatan, tim UNISRI menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Desa Mlese yang telah menyambut baik dan memfasilitasi program ini, serta kepada seluruh mitra pengrajin yang terlibat aktif.
Lewat inisiasi “Mlese Smart Gateway”, UNISRI menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk terus mendampingi wilayah binaan agar tumbuh menjadi desa digital yang inovatif, mandiri, berdaya saing, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Bagikan