UMS
Kamis, 14 Mei 2026 19:13 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Edutorium K.H. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersiap menjadi saksi bisu pertarungan sengit para pendekar dalam ajang *The First Muhammadiyah Games* cabang olahraga Pencak Silat. Sebagai tuan rumah, kontingen Tapak Suci UMS menurunkan 16 atlet pilihan untuk berlaga pada 15-17 Mei 2026 mendatang.
Dalam turnamen yang diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, UMS mengutus 12 atlet kategori *fighter* dan 4 atlet kategori seni. Menariknya, mayoritas delegasi yang dikirim merupakan mahasiswa baru yang telah melewati proses seleksi ketat.
Pelatih kontingen UMS, Ammar Abdullah, S.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan mahasiswa baru ini merupakan langkah strategis untuk regenerasi atlet. "Kami memberikan mereka kesempatan untuk menambah jam terbang agar Tapak Suci UMS selalu memiliki bibit-bibit potensial," ujarnya saat ditemui pada Kamis (14/5).
Persiapan yang dilakukan pun tidak main-main. Para atlet menjalani latihan intensif sebanyak 15 sesi per minggu, atau rata-rata dua kali sesi dalam sehari. Ammar menekankan bahwa selain fisik dan teknik, kedisiplinan serta solidaritas tim menjadi fondasi utama.
"Kami selalu tekankan kedisiplinan dan solidaritas. Walaupun pertandingan ini bersifat individual, mereka harus berjuang secara kolektif dan saling mendukung," imbuh Ammar.
Berstatus sebagai tuan rumah membawa optimisme tersendiri bagi kontingen UMS. Mereka mematok target tinggi, yakni meraih gelar juara umum atau perolehan medali terbanyak. Ambisi ini didasari oleh rekam jejak gemilang UMS yang sebelumnya sukses meraih titel juara umum pada Kejurnas tahun lalu di lokasi yang sama.
Namun, di balik target medali, Ammar mengingatkan bahwa esensi dari *The First Muhammadiyah Games* adalah nilai persaudaraan. Ia berharap ajang ini menjadi sarana penguat *ukhuwah islamiyah* di antara seluruh kader persyarikatan Muhammadiyah se-Indonesia.
Bagikan