Tips Berkendara Aman, Pahami Aturan Rem Motor 70:30

Rabu, 02 September 2026 10:41 WIB

Penulis:Redaksi Daerah

Editor:Redaksi Daerah

Tips Naik Sepeda Motor Aman, Kenali Aturan Rem Motor 70:30
Tips Naik Sepeda Motor Aman, Kenali Aturan Rem Motor 70:30

JAKARTA – Masih banyak pengendara sepeda motor yang belum menyadari bahwa teknik pengereman yang benar memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan saat berkendara. Salah satu metode yang sering dianjurkan adalah aturan rem 70:30, yaitu pembagian penggunaan rem depan dan rem belakang secara proporsional.

Dalam kondisi berkendara normal, sekitar 70% kekuatan pengereman sebaiknya mengandalkan rem depan, sedangkan 30% sisanya menggunakan rem belakang. Teknik ini dapat membantu motor berhenti dengan lebih optimal sekaligus menjaga keseimbangan dan kestabilan kendaraan selama proses pengereman.

Saat pengendara menekan rem, bobot motor secara alami akan berpindah ke bagian depan. Perpindahan beban ini meningkatkan tekanan dan daya cengkeram ban depan terhadap permukaan jalan. Sebaliknya, beban pada ban belakang berkurang sehingga kemampuan cengkeramannya juga menurun.

BACA JUGA: Menguak 5 Alasan Seseorang Mengalami Bullying di Tempat Kerja

Karena mendapatkan traksi lebih besar saat deselerasi, ban depan mampu menghasilkan gaya pengereman yang jauh lebih kuat dibandingkan ban belakang. Inilah alasan mengapa rem depan memegang peran utama dalam proses menghentikan laju motor.

Meski demikian, pengendara tidak disarankan hanya mengandalkan rem depan. Penggunaan rem belakang tetap penting untuk membantu menjaga keseimbangan sasis dan meningkatkan stabilitas kendaraan selama proses pengereman. Menggunakan kedua rem secara bersamaan akan memberikan kontrol yang lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan salah satu rem.

Penerapan aturan 70:30 tidak dilakukan secara otomatis oleh kendaraan. Pengendara harus mengatur sendiri besarnya tekanan pada tuas rem depan maupun pedal rem belakang. Karena itu, latihan pengereman di area yang aman dan bebas lalu lintas sangat dianjurkan agar pengendara memahami karakteristik motornya.

Tak Selalu Berlaku dalam Semua Kondisi

Meskipun aturan 70:30 menjadi pedoman umum, pembagian tersebut tidak selalu berlaku dalam setiap situasi. Pada kondisi pengereman darurat, misalnya, porsi pengereman bisa lebih banyak bertumpu pada rem depan.

Beberapa panduan keselamatan berkendara menyebutkan bahwa saat melakukan pengereman mendadak, distribusi gaya pengereman dapat mencapai 90 persen pada rem depan dan 10 persen pada rem belakang. 

Namun, pengendara tetap harus menghindari penggunaan rem secara berlebihan yang berisiko menyebabkan roda terkunci dan motor kehilangan kendali.

Faktor lain seperti kondisi jalan basah, permukaan jalan yang kotor, ban yang sudah aus, adanya penumpang tambahan, hingga kondisi sistem pengereman yang kurang optimal juga dapat memengaruhi efektivitas penerapan aturan tersebut.

Oleh karena itu, aturan rem 70:30 sebaiknya dipahami sebagai pedoman dasar dalam pelatihan berkendara, bukan sebagai ketentuan mutlak yang harus diterapkan secara kaku. 

Setiap motor memiliki karakteristik berbeda, sehingga efektivitas pengereman sangat dipengaruhi oleh kondisi kendaraan, lingkungan, serta kemampuan pengendara dalam mengendalikan motor.

Yang terpenting, pengendara tidak perlu takut menggunakan rem depan selama dilakukan secara tepat dan tetap diimbangi dengan penggunaan rem belakang. Kombinasi keduanya akan menghasilkan pengereman yang lebih aman, efektif, dan membantu menjaga kendali kendaraan di berbagai kondisi jalan. 

Tulisan ini telah tayang di sijori.id oleh Pratiwi pada 18 Jun 2026 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 02 Sep 2026