Unisri Surakarta
Jumat, 05 Juni 2026 16:54 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar workshop dan pendampingan bertajuk “Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Kurikulum Muatan Lokal Budaya Daerah pada Siswa Sekolah Dasar di Surakarta”.
Kegiatan yang dipusatkan di D’Gondangrejo, Kamis (4/6) lalu, diikuti oleh komunitas guru SD se-Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.
Agenda ini digelar sebagai respons atas tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang luas bagi muatan lokal.
Penguatan karakter siswa melalui kearifan budaya Jawa dinilai sangat strategis, terlebih Solo merupakan kota pusat budaya yang harus membentengi generasi mudanya di tengah arus globalisasi.
Tim PKM UNISRI ini diketuai oleh Prof. Dr. Siti Supeni, dengan anggota Ama Farida Sari, Isra Nur Hanifah, serta seorang mahasiswa PPKn, Riyana. Dalam kesempatan tersebut, tim juga menyerahkan media pembelajaran inovatif berupa “Artefak Pitutur Budaya Jawa” kepada PGRI Cabang Kecamatan Banjarsari yang diterima langsung oleh sang ketua, Kartono.
Ketua Tim PKM UNISRI, Prof. Dr. Siti Supeni, memetakan empat persoalan utama yang kerap dihadapi guru SD saat ini. Di antaranya adalah belum terprogramnya mulok budaya daerah untuk pendidikan karakter, rendahnya pemahaman guru, belum optimalnya ekstrakurikuler penunjang, hingga minimnya tenaga praktisi budaya di sekolah.
Guna mengatasi persoalan tersebut, tim UNISRI menyodorkan tiga solusi konkret:
* Melakukan pendampingan intensif penerapan Kurikulum Mulok berbasis budaya daerah.
* Menyusun prosedur pengembangan kurikulum mulok yang praktis bagi guru.
* Membimbing guru menyusun draf buku panduan Kurikulum Mulok dari aspek edukatif, rekreatif, hingga kompetitif.
“Harapannya guru-guru SD di Banjarsari memiliki acuan jelas sehingga nilai-nilai seperti gotong royong, tepa selira, dan unggah-ungguh dapat masuk dalam pembelajaran harian. Artefak Pitutur Budaya Jawa yang kami berikan bisa menjadi media pembelajaran konkret di kelas,” jelas Siti Supeni.
Ketua PGRI Cabang Banjarsari, Kartono, menyambut baik dan mengapresiasi langkah nyata yang diinisiasi oleh kampus UNISRI. Menurutnya, karakteristik wilayah Banjarsari yang memiliki keberagaman sekolah dan siswa sangat membutuhkan instrumen penguat karakter berbasis lokalitas.
"Pendampingan ini sangat membantu guru-guru kami dalam menerjemahkan nilai budaya Jawa ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta aktivitas keseharian siswa," tutur Kartono.
Selama kegiatan, para peserta antusias mengikuti workshop penyusunan modul ajar, praktik penggunaan media artefak, hingga menyamakan persepsi mengenai indikator capaian pendidikan karakter.
Melalui program ini, UNISRI menegaskan komitmen Tridharma Perguruan Tinggi dalam mendukung Dinas Pendidikan Kota Surakarta untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang tetap berakar kuat pada budaya daerah.
Bagikan