APG
Rabu, 14 Oktober 2026 19:25 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

NAGOYA, soloaja.co — Kontingen Tim Boccia Indonesia langsung bergerak cepat setibanya di Jepang dengan menjajal Nagoya City General Gymnasium, Rabu (14/10/2026). Venue tersebut menjadi arena resmi pertandingan cabang olahraga boccia pada ajang Asian Para Games 2026.
Sebanyak lima atlet andalan Indonesia—Muhamad Afrizal Syafa, Handayani, Felix Ardi Yuda, Muhammad Bintang Satria, dan Gischa Zayana—memanfaatkan alokasi waktu 120 menit untuk mematangkan strategi dan mengulang materi latihan di bawah pantauan langsung lima pelatih.
Koordinator Pelatih Boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, menyatakan keyakinannya bahwa skuad Garuda mampu memenuhi target yang dicanangkan. Bermodal tren positif sebagai juara umum dalam tiga ajang try out internasional sebelumnya, tim boccia dipatok minimal mempertahankan perolehan medali emas seperti pada edisi Hangzhou 2022 lalu.
"Targetnya masih sama minimal satu emas seperti di Hangzhou kemarin. Mudah-mudahan melihat persiapan dan hasil try out selalu juara umum, target ini bisa tercapai atau bahkan melebihi harapan," ujar Islah.
Pada ajang multievent kali ini, Indonesia menurunkan atlet dalam dua kategori. Kategori BC1 diperkuat oleh Muhamad Afrizal Syafa dan Handayani, sementara Felix Ardi Yuda, Muhammad Bintang Satria, dan Gischa Zayana turun di kategori BC2.
Menurut Islah, peluang medali emas terbesar dipatok dari nomor beregu (tim) serta nomor individu BC1 putra dan putri melalui Afrizal dan Handayani. Meskipun menghadapi tantangan ketat dari wakil Thailand di kategori BC2 putra dan Hongkong di BC2 putri, tim pelatih meminta para atlet untuk tampil lepas tanpa beban demi mengharumkan nama bangsa.
Sementara itu, atlet andalan asal Banten, Handayani, menegaskan kesiapannya menghadapi persaingan ketat di kategori BC1 putri. Ia menilai kunci utama penentu kemenangan di cabang olahraga boccia terletak pada manajemen diri, ketenangan, serta fokus penuh saat mengeksekusi lemparan.
"Targetnya podium terbaik, semoga emas. Tantangan terberat ada di diri sendiri, harus bisa menjaga ketenangan, fokus, dan strategi. Untuk lawan terberat sementara ini dari Singapura," ungkap Handayani.
Setelah sesi uji coba venue rampung, seluruh kontestan boccia dijadwalkan mengikuti technical meeting pada Kamis (15/10/2026) siang untuk menentukan peta persaingan sebelum pertandingan babak penyisihan resmi dimulai pada Jumat (16/10/2026).
Bagikan