Studi Arsitektur UMS di Singapura Konsep Hunian Vertikal

Rabu, 25 Februari 2026 10:31 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001399264.jpg
Arsitektur UMS studi ke Singapura (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan observasi mendalam terhadap bangunan mixed-use di Kampung Admiralty, Singapura, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) untuk mempelajari solusi hunian adaptif di kawasan ASEAN.

Sebanyak 16 mahasiswa terlibat dalam studi lapangan lintas negara di Singapura dan Malaysia. Didampingi dosen pembimbing, Suharyani, S.T., M.T., para mahasiswa melakukan pendataan melalui dokumentasi foto, sketsa arsitektur, hingga wawancara langsung dengan pengguna bangunan untuk memahami efektivitas desain vertikal.

Integrasi Fasilitas dalam Satu Kompleks

Kampung Admiralty menjadi objek studi utama karena keberhasilannya menyatukan berbagai fungsi dalam satu struktur. Kompleks delapan lantai ini mengintegrasikan hunian lansia, layanan kesehatan, fasilitas komersial, dan ruang publik.

“Fokus pengamatan kami adalah bagaimana konsep mixed-use ini mampu mendorong interaksi sosial dan mengoptimalkan lahan terbatas di kota padat. Model ini sangat relevan untuk dikembangkan di kota-kota besar,” jelas Suharyani, Senin (23/2/2026).

Fasilitas yang tersedia di kompleks ini sangat lengkap, meliputi:
* Komersial: Supermarket dan plaza.
* Kesehatan & Pendidikan: Klinik medis dan taman kanak-kanak.
* Ruang Terbuka: Roof garden, sky terrace, dan ruang publik bertingkat.
* Hunian: Apartemen khusus lansia dengan desain ramah usia (ageing in place).

Arsitektur Berkelanjutan dan Respons Iklim

Selain fungsi ruang, mahasiswa mengamati penerapan prinsip desain tropis. Penggunaan vegetasi pada lanskap vertikal terbukti efektif menurunkan suhu bangunan dan menjaga kenyamanan termal, sebuah strategi penting bagi negara dengan lahan terbatas seperti Singapura.

Integrasi ruang hijau bertingkat ini memberikan pemahaman konkret bagi mahasiswa mengenai praktik keberlanjutan yang dapat diadaptasi untuk konteks perkotaan di Indonesia.

Harapan untuk Perencanaan Kota di Indonesia

Suharyani menegaskan bahwa pengalaman internasional ini bertujuan mengasah kepekaan sosial dan kemampuan analisis mahasiswa dalam membaca relasi antara desain dan kebutuhan riil masyarakat.

“Kami berharap temuan lapangan ini dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi desain yang aplikatif bagi perencanaan kawasan padat di Indonesia. Mahasiswa Arsitektur UMS harus mampu menghasilkan gagasan yang kontekstual dan berorientasi pada keberlanjutan kota,” pungkasnya.